Berita Madina


Wagubsu Hadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Muara Batang Gadis di Madina

Panyabungan (Tabloid Rakyat Madani)

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho bersama SKPD Provsu, Wakil Bupati Madina, Drs Hasim Nasution bersama SKPD Madina serta Kapolres Madina, AKBP Drs Engkos Kosasih SH, MBA serta Muspida membuat kesimpulan dan catatan rapat koordinasi penangulangan bencana banjir bandang di Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Aula Perkantoran Bupati Madina, Senin (28/9).

“ Ada sembilan poin yang menjadi hasil rapat tersebut yakni bencana alam yang terjadi di Madina Tanggal 15 September 2009 adalah bencana alam murni dan seluruh SKPD berkoordinasi untuk ekspos melalui SATLAK Kabupaten Madina, tanggap darurat berakhir Tanggal 28 September 2009 dan tidak diperpanjang lagi dan selanjutnya memasuki proses pemulihan dan atau rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.

Dikatakannya, dalam poin ketiga agar setiap SKPD Provinsi dan SKPD Madina juga harus melaporkan dan menyampaikan kondisi akhir tingkat kerusakan  semua fasilitas sosial, infrastruktur, perumahan/pemukiman, ekonomi dan sebagainya dan segera berkoordinasi meyampaikan data tersebut kepada badan penanggulangan bencana daerah propinsi dan SATLAK kabupaten dan Bappeda propinsi serta Bappeda kabupaten untuk diteruskan menjadi usulan program kegiatan  sebagai proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“ Pentingnya akurasi dan validasi data oleh setiap SKPD dan disampaikan secara resmi oleh Bupati, SKPD propinsi dan kabupaten paling lambat hari Kamis 1 Oktober 2009 dengan catatan proses tanggap darurat dinyatakan selesai,” sebutnya.

Dinas Kehutanan propinsi agar menyiapkan dukungan surat Gubernur kepada departemen teknis/kehutanan untuk pemamfatan kayu gelondongan dilokasi bencana serta mengkaji izin HPH dan pemamfaatan hutan di Propinsi Sumatera Utara ditambah dengan Dinas Bina Marga provsu bersama Bappeda provsu agar segera melakukan kajian terhadap aksebilitas jalan ke lokasi terisolir di Sumatera Utara.

“ Data program kegiatan pasca bencana alam yang terjadi disampaikan sudah menginformasikan usulan kegiatan, lokasi, kebutuhan dana, volume, sasaran, dan penanggungjawab dengan prinsip-prinsip dasar berorientasi pada masyarakat dan fartisipastif berkelanjutan, holistik, terpadu, efisien, transparan, akuntabel, serta dilakukan monitoring dan evaluasi yang efektif dan agar dilakukan pemantauan curah hujan terus menerus sebagai upaya peringatan dini terhadap bencana alam yang akan terjadi sehingga untuk itu agar pemkab Madina mengalokasikan dana pengadaan peratan penangkar hujan dari APBD Madina,” katanya.(henri)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: