Berita Madina


SD Relokasi Korban Gempa Muarasipongi-Madina Difungsikan

SD  Relokasi Korban Gempa Muarasipongi  Difungsikan

Panyabungan-Rakyat Madani.

Bangunan Sekolah Dasar ( SD) yang didirikan dua tahun lalu di relokasi korban bencana alam gempa dan tanah longsor di lapangan Apgas Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal ( Madina), mulai difungsikan hari pertama masuk sekolah Senin ( 13/7).

Peresmian pembukaan Unit Sekolah Baru ( USB) tersebut dilaksanakan Kepala Dinas Pendidikan Madina Drs. Musaddad Daulay, yang diwakili Korwas Tohailuddin, SP.d bersama Kepala UPT Muarasipongi Dra. Mariati Harahap, Unsur Muspika, tokoh masyarakat dan ratusan orangtua murid yang berada di daerah itu.

Dengan dibukanya sekolah itu, cita-cita warga tigs tahun lalu atau pasca terjadinya bencana alam gempa bumi dan tanah longsor akhir 2006 sudah terealiasi. Warga yang bermukim di relokasi yang diketahui berasal dari Desa Bandar Panjang, Koto Rojo dan Bukit Gudang Kelurahan Muarasipongi akan terbantu dalam menyekolahkan anak-anaknya.

Sebanyak 183 kepala keluarga ( KK) yang bermukim disana merasa bangga karena tidak lagi seperti selama ini harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk biaya transport anak-anaknya ke SD terdekat yakni SD Negeri Bandar Panjang dan Pasar Muarasipongi dibarengi dengan rasa was-was akan keselamatan dan kenyamanan murid-murid yang tergolong kecil-kecil tersebut diperjalanan.

Tohailuddin dalam kesempatan itu menjelaskan, bangunan sekolah tersebut sangat penting bagi masyarakat korban bencana gempa dan tanah longsor Muarasipongi, sebab  anak-anak tidak lagi bersekolah sejauh 3-4 kilometer setiap harinya.” Walau merupakan sekolah baru, harus bisa tampil dan bersaing di segala bidang, kepala sekolah dan guru-guru yang ditugaskan disekolah ini harus memiliki motivasi dan kesungguhan dalam mendidik anak-anak ,” katanya.

Selain itu lanjutnya, pihak sekolah bersama para orangtua murid harus segera membentuk komite sekolah, agar anak-anak bisa mendapatkan dana  Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ).” Sesuai pilar pendidikan di Madina, peranan dan kepedulian orangtua, masyarakat, kepala sekolah dan guru sangat diharapkan dalam memajukan dunia pendidikan di Madina. Tanpa kerjasama yang baik dari semua pihak, akan  sulit bagi kita untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini ,” ujarnya.

Sementara Kepala UPT Dinas Pendidikan Muarasipongi Dra.Mariati Harahap berharap, agar para orangtua benar-benar memamfaatkan sekolah dengan sebaik-baiknya.” Dalam upaya mensejajarkan sekolah ini dengan SD Negeri lainnya di Kecamatan Muarasipongi sangat diperlukan kepedulian para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat, apalagi dalam menciptakan murid berprestasi tentunya sangat dibutuhkan kepedulian orangtua dalam mengawasi serta mengevaluasi proses belajar anak-anaknya di rumah,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan dibukanya sekolah SD tersebut, persoalan warga di lahan relokasi Madinatussalam itu secara bertahap akan dapat dituntaskan. Para warga yang selama ini kesulitan memberikan ongkos anak-anaknya ke sekolah sudah teratasi, sehingga tidak ada lagi alasan bagi warga bahwa anak-anak tidak masuk sekolah akibat ketiadaan uang untuk biaya transport.

Mariati juga menjelaskan, jumlah murid yang ditampung di sekolah baru tersebut sebanyak 110 orang, sebagian besar diantaranya dipindahkan dari SD Negeri induk Bandar Panjang dan Pasar Muarasipongi dan sebagian lagi merupakan murid baru.Anak-anak tersebut akan diajari serta dibimbing kepala sekolah Nurlinda bersama tujuh orang guru yang umumnya masih berstatus honor.

Turut memberikan sambutan dalam pembukaan sekolah itu, tokoh masyarakat Muaraspongi H. Ali Hanafiah, Camat diwakili Kasi Pemerintahan Syafei Sibar,SP.d, kepala linkungan dan tokoh masyarakat relokasi  Madinatussalam Junjung dan Baharuddin, yang pada intinya mereka menyambut baik pengoperasian SD tersebut, karena keamanan dan kenyamanan anak-anak sudah terkontrol para orangtua, tidak lagi seperti selama ini terus dirundung rasa kekhawatiran akan nasib anak-anak dijalanan.

Kemudian warga juga berharap, agar pihak pemerintah terus memperhatikan kondisi sekolah yang serba kurang tersebut. “Kerjasama sangat dibutuhkan dalam memajukan sekolah baru ini karena tanpa kerjasama permasalahan yang timbul tidak akan dapat ditanggulangi,” sebut Ali Nafiah.

Menurut pengamatan, bangunan sekolah baru tersebut masih memerlukan perhatian serius dari Pemkab Madina dalam hal ini Dinas Pendidikan ke depan ini, karena pembangunannya masih kelihatan gantung, sebab bagian loteng, lantai, teras dan jendela kacanya belum rampung. Begitu juga halnya masalah mobiler, dari tujuh ruangan yang ada belum tersedia mobilernya masih bersifat pinjaman dari SD Negeri induk Bandar Panjang dan Pasar Muaraspongi.

Begitu juga mengenai sarana dan prasarana lainnya seperti WC, lampu, papan merk sekolah serta jalan ke SD baru tersebut harus tetap menjadi perhatian dari pihak pemerintah daerah.

“ Untuk menjaga areal pertapakan sekolah dari ancaman erosi, pemerintah daerah juga perlu  segera membangun beronjong pengamanan di beberapa tempat, yang paling penting mobiler harus segera didrop ke sekolah ini agar guru dan anak-anak nyaman dan tertib dalam melaksanakan proses belajar mengajar ,” harap orangtua murid di sana


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: