Berita Madina


Rahmat Rizki Daulay, Anggota DPRD Madina Termuda.

 

Di tengah keramaian pelantikan anggota DPRD Madina tanggal 2 September lalu, pandangan tamu dan para undangan lainnya tertuju kepada seorang sosok muda yang energik. Pandangan ini mungkin beralasan,  betapa tidak dari 40 anggota DPRD Madina yang di lantik, dari segi usia, fostur tubuh dan penampilan, beliaulah yang paling muda. Selain penampilannya yang sederhana, gaya bicaranya selalu dihiasi dengan senyuman, beliau adalah Rahmat Rizki Daulay, anggota DPRD termuda Mandailing Natal.

Kehadiran Rahmat Rizky Daulay di kancah perpolitikan Madina memang masih tergolong baru. Sebelumnya, pria kelahiran 9 April 1987 ini pernah  memperdalam ilmunnya di Politekhnik Universitas Indonesia (UI) Jakarta, namun karena sesuatu hal beliaupun memilih pulang  kampung ke Madina. Walaupun masih tergolong belia, namun kehadirannya cukup diperhitungkan kawan maupun lawan dalam pemilihan anggota Legislatif lalu, buktinya beliau berhasil meraih hamper 3400 suara, hasil yang cukup pantastis bagi pemain pemula.

Rahmat Riski Daulay kecil lahir Tanjung Keliling, Binjai, Sumatera Utara 23 tahun lalu, buah cinta dari pasangan Khairul Anwar  Daulay dan Siti Aminah Lubis. Memberikan pengabdian terbaik bagi masyrakat sudah tekadnya sejak lama. Setelah menammatkan pendidikannya di SD Pagaran Baru, Muara Soro, Kecamatan Kotanopan tahun 1999 lalu, Rizki atau (Kiki) sapaan akrabnya pun melanjutkan ke SMPN 01 Kotanopan. Tamat dari situ, iapun terus masuk ke SMKN Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Untuk memperdalam ilmunya, Kiki pun hijrah ke Jakarta masuk Politehknik Universitas Indonesia (UI) Jakarta,  namun tidak sampai selesai.

Walaupun usianya masih tergolong muda, namun bukan halangan baginya untuk terjun kedunia politik. Justru sebaliknya, menurut Kiki usia muda  harus di mamfaatkan berbuat hal-hal yang bermamfaat kepada orang lain, termasuk mengabdi kepada masyarakat. “ Usia bukan jadi halangan untuk berbuat sesuatu yang bermamfaat kepada masyarakat, kita harus bekerja, berjuang, dan mengabdi selagi ada kesempatan. Justru usia muda inilah kesempatan emas kepada kita”, ujarnya.

Kiki melanjutkan, “ Secara pribadi saya bangga bisa menjadi anggota DPRD di usia muda. Untuk itu, saya ucapkan terimakasih banyak kepada masyarakat Mandailing Natal, khususnya masyarakat Dapem II yang telah mempercayakan saya sebagai wakilnya di DPRD.  Insya Allah saya akan berbuat yag terbaik dan tidak akan menyia-menyiakan kepercayaan ini. Kepada masyarakat Mandailing Natal, mohon do’a restu agar saya diberikan kekuatan untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat”, ujarnya.

 

Terjun Kedunia Politik.

Berjuang melalui  politik, memang cita-citanya dari awal. Sebab, menurutnya dunia politik penuh dengan tantangan, kesabaran, kepekaan dan kesungguhan. Selain itu, politik juga salah satu wahana tempat berjuang  untuk mengabdi kepada masyarakat. “Cara berjuang dan mengabdi kepada masyarakat ini kan bermacam-macam, ada yang langsung dengan memberikan bantuan  materi, bantuan pemikiran dan pencerahan  dan ada juga yang berjuang melalui politik”, ujarnya.

Untuk merealisasikan keinginan tersebut tahun 2008 Riski pun bergabung dengan Partai Demokrat. Alasannya memilih partai Demokrat saat itu karena menurutnya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya sangat cocok dan berpihak kepada masyarakat. Selanjutnya, dalam pemilihan  anggota Legislatif beberapa bulan lalu, Kiki pun resmi mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Madina dari Daerah Pemilihan (Dapem II) dengan nomor urut 1. Ketika itu, dewa fortuna berpihak kepadanya, masyarakat mempercayakan dirinya sebagai wakil rakyat di DPRD Madina.

Setelah duduk menjadi anggota DPRD Madina, Kiki akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi rakyat. Selaku Wakil rakyat termuda, Kiki menyadari masih banyak  kekurangan dan serba keterbatasannya, apalagi di dunia politik  baru kali inilah ia terlibat secara langsung. Untuk itu, Kiki mengharapkan saran dan masukan yang sifatnya positif. “ Dengan serba keterbatasan dan kekurangan yang ada pada saya, saya akan mencoba belajar dan belajar terus. Saya juga siap menerima saran-saran dari masyarakat maupun dari pada senioran saya baik ia di partai maupun dalam anggota Legislatif ini yang sifatnya membangun. Sekali lagi, mohon doa restu dari masyarakat agar saya bisa memperjuangkan aspirasi rakyat di DPRD ini”, katanya.

Berbicara pembangun dalam konteks  Mandailing Natal, menurut Kiki saat ini ada beberapa hal yang perlu jadi prioritas, mulai dari perbaikan ekonomi, pertanian, kesehatan dan infrasturuktur lainnya. Memang selama ini kita perhatikan Pemkab Madina telah berupaya semaksimal mungkin untuk membangun bumi Gordang Sembilan ini. Dalam waktu sepuluh tahun ini kita perhatikan kemajuan pembangunan di segala bidang sudah terlihat. Kita berharap, upaya-upaya ini terus di lakukan agar masyarakat Madina yang madani segera terwujud.

Terkait dengan perbaikan ekonomi memang sangat urgen. Apalagi beberapa tahun ini kita perhatikan masyarkat sangat merasakan dampak krisis, mulai dari krisis moneter sampai kepada krisis global. Yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat eknomi lemah, terutama bidang pertanian, perkebunan dan usaha-usaha kecil lainnya. Bidang perkebunan misalnya, sampai saat ini harga karet kita perhatikan belum normal, akibatnya banyak warga yang alih profesi.

Begitu juga dengan usaha mikro banyak yang gulung tikar karena kekurangan modal. Kita sangat berharap, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah baik ia di pusat dan di daerah selama ini untuk perbaikan ekonomi agar lebih difokuskan, misalnya dengan memperbanyak suntikan modal kepada pengusaha-pengusaha kecil. Selain itu, kepada pemerintah pusat maupun daerah kiranya agar lebih memfokuskan bagaimana cara agar harga karet ini bisa normal kembali. Sebab, kalau kita perhatikan rata-rata profesi  masyarakat Madina adalah penyadap karet”, ujarnya.

Selain itu, kata Kiki, pemerintah juga perlu mengupayakan perbaikan di bidang pertanian.  Apalagi belakangan ini kalau kita perhatikan, luas lahan pertanian di Madina semakin menyusut karena banyak irigasi yang rusak dan lahan sawah  banyak yang dijadikan pemukiman penduduk atau perkebunan. Kalau kita tidak tanggap terhadap perbaikan pertanian ini, dikhawatirkan Madina yang terkenal sudah menjadi swasembada pangan justru yang terjadi nanti sebaliknya, hasil pertaniannya tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan masyarakatnya.

Selain perlunya membuka percetakan sawah baru, pemerintah juga kita harapkan memberikan bantuan bibit padi, obat-obatan, pupuk, dan penyuluhan bagaimana cara bertani yang baik dan benar. Memang hal ini sudah dilakukan Pemkab Madina, tapi kedepan bantuan-bantuan ini perlu lebih fokus  agar tetap sasaran. Penyuluhan lapangan di bidang pertanian perlu di intensifkan, kehadiran PPL harus benar-benar di rasakan masyarakat mamfaatnya.

Kemudian, perbaikan irigasi juga sangat perlu di lakukan. Sebab, kalau kita perhatikan secara geografis alam Madina kita perhatikan rawan longsor dan banjir. Kalau hal ini terjadi irigasi-irigasi yang kebanyakan masih bersifat tradisional sering rusak parah. Akibatnya, lahan sawah tidak bisa digarap bahkan ada yang hayut di bawa arus sungai.  Jadi kedepan kita sangat berharap, agar kiranya pemerintah dalam mengalokasikan anggaran perbaikan irigasi ini lebih banyak. Mudah-mudahan kedepan nantinya kita menjadi mitra yang baik dan bisa membantu program  Pemkab Madina yang selama ini sudah tergolong baik menjadi lebih baik lagi”, ujarnya.  (Lokot Lubis).

 

 

BIO DATA

 

Nama                                      : Rahmat Riski Daulay

T.Tgl/Lahir                              : Tanjung Keliling, Binjai-Sumut, 09 April 1987

Alamat                                    : Desa Padang Bulan-Muarasoro, Kec. Kotanopan,

Kab, Mandailing Natal

Anak ke                                  : 1 dari 4 bersaudara

Nama Ayah                            : Khairul Anwar Daulay

Nama Ibu                                : Siti Aminah

Pendidikan                            : 1. SDN Pagaran Baru 1999/2000

2. SMPN 01 Kotanopan 2003-2004

3. SMKN Bukit Tinggi-Sumatera Barat   2005/2006

4. Politekhnik Universitas Indonesia (UI) Jakarta,      (Pernah Memasuki).

 

Pengalama berorganisasi

–          Ketua Persatuan Sepakboa Kecamatan Kotanopan (PSSK) 2008 sampai sekarang.

–          Anggota Partai Demokrat Kabupaten Mandailing Natal

 

 

Pekerjaan                              : Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: