Berita Madina


Potensi Pola Pengembangan Ternak Kambing Melalui Integrasi Usaha Tani dan Sawit di Mandailing Natal

Potensi Pola Pengembangan Ternak Kambing Melalui Integrasi Usaha Tani dan Sawit di Mandailing Natal

Oleh : Muhammad  Syawal, SPt.

Peneliti pada Instansi : Lolit Kapo Badan Litbang DEPTAN RI – Deli Serdang

Kabupaten  Mandailing  Natal tergolong wilayah kering beriklim kering di Provinsi Sumatera Utara . Seperti halnya dengan daerah-daerah lain umumnya masyarakat tani di Mandailing Natal memiliki potensi  lahan pertanian dan perkebunan seperti, pertanian kacang tanah, ubi jalar, jagung, perkebunan kelapa sawit, karet dan lainnya.

Potensi ini didukung dengan curah hujan yang tinggi, kelembaban dan suhu yang bagus serta tanahnya yang subur.    Namun potensi lahan yang luar biasa ini belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Mandailing Natal terutama para petani. Untuk itu perlunya menentukan beberapa program prioritas yang harus dicanangkan oleh  pemerintah Madina bersama-sama dengan masyarakat,seperti : (1) Peningkatan produksi pangan terutama palawija melalui peningkatan kesuburan tanah. (2) Peningkatan produksi perkebunan seperti kelapa sawit, karet selain kesuburan tanah juga melalui perawatan yang intensif. Dan (3)  Peningkatan produktivitas ternak melalui penyediaan  hijauan pakan ternak unggul dan pemanfaatan limbah pertanian/perkebunan. Untuk itu diperlukan sinergisme system usaha tani untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani, lingkungan dan social masyarakat Mandailing Natal. Salah satunya yaitu  usaha tani terpadu ternak kambing dengan tanaman  dilahan kering .

Ternak kambing merupakan salah satu jenis ternak ruminansia yang diunggulkan di Daerah Kabupaten Mandailing Natal karena memiliki keunggulan mudah memeliharanya, cepat berkembang biak, dapat menghasilkan produksi daging sebagai substitusi daging sapi selain itu ternak kambing juga sudah melekat dengan masyarakat Mandailing Natal karena merupakan ternak peningggalan  nenek moyang dan budaya di masyarakat Mandailing  Natal. Umumnya keluarga petani memelihara ternak kambing dengan tujuan untuk memperoleh sumber pendapatan lain, jika tanaman pangan yang diusahakannya mengalami kegagalan panen, disamping juga sebagai tabungan hidup yang sewaktu-waktu dapat dijual jika ada keperluan keuangan mendesak.

Namun patut disayangkan, akhir-akhir ini perkembangan ternak kambing  semakin menurun populasinya di Kabupaten Mandailing Natal. Kondisi ini diakibatkan banyak faktor antara lain, (A) Gengsi beternak  dikalangan generasi muda, (B) Anggapan mahalnya biaya beternak, (C) Semakin sulitnya pakan ternak. Padahal Jika ditelusuri lebih dalam lagi gengsi itu tidak perlu karena dengan beternak justru akan membentuk generasi calon-calon pengusaha sukses, apalagi mengingat Mandailing Natal merupakan Serambi Mekkah dan kultur keislamannya sangat kental. Seharusnya melihat peluang usaha bisnis ternak kambing sangat besar karena hampir setiap saat banyak memerlukan untuk aqiqah, pesta kenduri, sunat rasul dan tiap tahunnya sebagai hewan qurban. Mahalnya biaya beternak  itu hanya anggapan saja jika dilakukan akan terasa untungnya dan kalau kesulitan pakan ternak,  itu karena belum bisa mengoptimalkan hasil alam secara efisien.untuk itulah melalui tulisan ini saya sampaikan dan menjawab rumor yang selama ini berkembang kesulitan mencari pakan ternak.

Pakan ternak  kambing sangat beragam karena kambing merupakan salah satu ternak ruminansia yang menyukai bermacam-macam pakan, baik rumput, legume dan limbah pertanian.sedangkan semua yang disukai kambing itu sudah tersedia diwilayah Mandailing Natal. Seperti, rumput (gajah, benggala,dll), Legume (gamal, lamtoro, petai,) dan produk limbah pertanian, jagung, kacang tanah, ubi jalar, sayuran. Semuanya itu sudah tersedia namun ironisnya Masyarakat belum bisa memanfaatkan nya dengan optimal khususnya peternak di Mandailing Natal.

Keragaman Hasil Pertanian Madina

Mandailing Natal termasuk daerah yang memiliki banyak macam hasil pertanian. Tidak heran jika berkunjung ke Pasar Panyabungan banyak ditemukan bermacam-macam hasil pertanian, sayur-sayuran (bayam, kangkung, semanggi, pakis, mentimun, sawi,daun singkong, kol, kacang panjang), buah-buahan (sawo, jambu batu, jambu bool, mangga, kuini, duku, pisang), musiman (jagung, singkong, kacang tanah). Dengan hasil pertanian yang melimpah ruah ini tentunya juga mempunyai limbah pertanian yang sangat banyak dan limbahnya ini sangat cocok untuk pakan ternak kambing. Namun limbah – limbah tersebut belum bisa dioftimalkan secara benar yang seharusnya saat ini limbah pertanian pasar tidak menjadi masalah lagi bagi para pedagang dan pengunjung.

Selain mengoptimalkan limbah pertanian yang ada dipasar untuk pakan ternak kambing. limbah diperkebunan daerah Mandailing Natal juga menjadi masalah yang sangat serius  sehingga perlu solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini, karena jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi polusi  terutama  polusi Udara yang pada akhirnya merusak kenyamanan alam di Mandailing Natal.

Pola Integrasi Ternak Dengan Usaha Tani Solusi yang Tepat.

Pola Integrasi adalah salah satu program pertanian dan peternakan yang mempunyai keuntungan berlipat ganda. Sistem pola integrasi antara ternak dengan usaha tani bisa dilaksanakan pada berbagai macam pertanian terutama perkebunan. Ada beberapa keuntungan mengikuti program pola integrasi ini, antara lain:

A. Menghemat biaya pengeluaran pakan ternak.

B. Menyuburkan lahan areal pertanian.

C. Meningkatkan produksi pertanian dan peternakan.

D. Menghemat tenaga Kerja pertanian dan peternakan.

E. Mengefisiensi dan mengefktifkan waktu  untuk bertani dan beternak. Dll.

Namun perbedaan jenis – jenis pertanian tersebut juga akan berbeda dalam perlakuan pola integrasi pada setiap pertanian, tergantung  komoditasnya masing-masing. Karena jika sama justru akan membawa kerugian misalnya, pola integrasi Sawit dengan ternak kambing  dan pola integrasi ternak kambing dengan pertanian kacang tanah. Jika ternak diangon dan dibiarkan menjelajah di pertanian kacang tanah seperti halnya di kebun sawit maka pertanian kacang tanahnya akan musnah dan rusak di akibatkan perbuatan kambing. Nah dengan demikian sangat diperlukan  pola integrasi dengan  menerapkan  manajemen yang tepat pada setiap jenis ternak dan komoditas pertaniannya, agar mengurangi resiko-resiko yang tidak diduga-duga.

Umumnya pola integrasi ini telah banyak dilakukan ditempat yang sudah sempit lahan – lahan pertaniannya, karena sudah semakin minimnya tempat menggembala ternak dan semakin sempitnya lahan rumput pakan ternak, namun tidak ada salahnya jika pola ini diterapkan diMandailing Natal walaupun tergolong masih mempunyai lahan pertanian luas karena pertimbangan keuntungannya yang luar biasa seperti beberapa keuntungannya telah disebutkan diatas,dan seiring menyempitnya lahan di Mandailing Natal. Kondisi ini terlihat akhir-akhir sekarang yang semakin berkembang penduduk di Mandailing Natal semakin padat, tentunya lahan pertanian akan disulap jadi tempat tinggal, perkantoran, perdagangan, pabrik, gedung-gedung sekolah. Salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah umum pola integrasi dengan ternak yaitu tanaman perkebunan sawit.

Integrasi Ternak Kambing dan Kelapa Sawit Sangat Baik.

Seperti yang disebutkan diatas integrasi merupakan pola perpaduam pertanian dengan peternakan atau dengan bahasa sederhananya memelihara ternak di areal pertanian/perkebunan. Perkebunan di daerah Mandailing Natal sangat Luas, terutama perkebunan kelapa sawit di daerah Batang Natal dan Natal memiliki areal perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Kelapa sawit termasuk tanaman yang membutuhkan banyak kadar air, sehingga sering terlihat perkebunan kelapa sawit sangat jarang membersihkan tanaman atau rerumputan dibawah pokok sawit untuk membantu penyediaan air. Tetapi kebanyakan dedaunan ataupun ranting-ranting dari pada tanaman bawah pokok sawit sering jadi masalah, membuat semak belukar.

Dengan adanya pola integrasi ini akan menyelesaikan permasalahan tersebut yang solusinya sama sama menguntungkan baik untuk ternak maupun untuk kelapa sawit. Dengan pola ini ternak akan diuntungkan dengan banyaknya pakan hijauan ternak, sedangkan tanaman kelapa sawit akan diuntungkan dengan kebersihan dari semak belukar serta menambah pupuk alami dari  kotoran ternak. yang dengan demikian pola ini pada akhirnya menghasilkan ternak kambing yang gemuk dan sehat sedangkan kelapa sawit banyak menghasilkan buah yang berkualitas.

Demikianlah  peluang usaha yang menguntungkan dengan pola integrasi ternak kambing dan usaha tani termasuk  dengan kelapa sawit. Karena perkebunan kelapa sawit sangat luas maka peluang ini sangat terbuka lebar bisa bekembang dikabupaten Mandailing Natal.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: