Berita Madina


Perlukah Anggota DPRD Baru di Berikan Orientasi Tugas ?.

DSCN0344

Tidak berapa lama lagi masa tugas anggota DPRD priode 2004-2009 akan habis, otomatis mereka ini nanti akan digantikan anggota DPRD baru yang terpilih dalam pemilihan legislatif 5 April lalu. Walupun KPU Sumut dan Madina sampai saat ini belum mengumumkan atau menetapkan caleg terpilih karena menunggu selesainya sengketa pemilihan legislatif di tingkat Mahkamah Konsitusi, namun berdasarkan lampiran model DB-1 KPU Madina sudah bisa diprediksi siapa-siapa caleg terpilih untuk priode 2009-2010.

Dari hasil lampiran model DB-1 ini dapat dilihat, mayoritas caleg terpilih merupakan muka-muka baru dengan berbagai latar belakang. Sedangkan anggota DPRD priode 2004-2009 yang terpilih kembali hanya berkisar 5-7 orang. Munculnya muka-muka baru ini di satu sisi membawa harapan baru bagi masyarakat yaitu kinerja DPRD Madina nantinya dapat meningkat. Di sisi lain, melihat caleg terpilih banyak muka-muka baru, tentunya mereka ini perlu diberikan oreantasi tugas tentang wewenang dan tugas DPRD.

Sebab tidak terbantahkan, tanpa ada maksud merendahkan caleg terpilih ini, melihat larat belakang pendidikan, pengalaman, pekerjaan, pergaulan dan lainnya masih ada mungkin yang belum tahu apa itu tugas DPRD. Apalagi ketika mendekati pemilihan legislatif dulu, banyak di antara caleg terpilih yang masuk partai secara instan, artinya mereka masuk ke partai politi tanpa melalui proses yang panjang dan tanpa melalui kaderisasi.

Hal ini tentunya menimbulkan masalah baru ketika nanti mereka duduk di DPRD, sebab partai politik awalnya yang diharapkan memberikan kaderisasi kepada caleg tentang politik, tugas dan fungsi DPRD, ternyata sama sekali tidak melaksanakan itu di karenakan sibuk menyiapkan pemilihan legislatif. Akibatnya, begitu caleg tersebut terpilih menjadi anggota DPRD bingung apa yang mau diperbuat disebabkan ia tidak pernah diberikan pelatihan dan kaderisasi oleh partai politik. Apalagi caleg terpilih ini nantinya baru pertama kali masuk menjadi anggota partai politik dan tidak punya pengalaman menghadapi dunia birokrasi dan masyarakat.

Lantas, kalau ini yang terjadi bagaimana kualitas caleg terpilih nantinya ?, sedangkan di satu sisi harapan masyarakat agar kinerja anggota DPRD itu meningkat dari priode-priode sebelumnya begitu besar. Apakah harapan masyarakat ini sekedar harapan hampa yang di abaikan begitu saja ?.

Orientasi Tugas.

Kalau untuk Anggota DPR baru untuk periode masa bhakti 2009-2014 yang akan dilantik 1 Oktober 2009 nanti, sebelum menjalani tugas baru di Senayan, seluruh caleg terpilih harus menjalani orientasi terlebih dahulu agar memahami tugas dan wewengnya serta berbagai hal terkait parlemen. Lantas bagaimana dengan anggota DPRD Kabupaten yang baru?, khususnya anggota DPRD baru untuk kabupaten Mandailing Natal ?. Apakah oreantasi tugas atau pembekalan itu perlu dilaksanakan ?, lantas kalau dilaksanakan kapan waktunya ?, sebelum pelantikan atau sesudahnya ?

Terkait dengan pemberian oreantasi tugas kepada anggota DPRD baru Madina terjadi pro kontra, ada yang mengatakan perlu dan ada yang mengatakan tidak sebab itu hanya akan membuang-buang dana. Apalagi biasanya mereka-mereka yang mengikuti ini tidak pernah serius, begitu juga dengan pelaksanaanya terkesan hanya sekedar melepaskan rodi. Walaupun terjadi pro kontra, tapi lebih banyak yang setuju oreantasi tugas itu dilaksanakan

Seperti Khoruddin Faslah Siregar anggota DPRD Madina dari Komisi A mengatakan, oreantasi tugas ini sangat penting agar anggota DPRD yang baru bisa mendalami tugasnya kendatipun parpol sudah melaksanakannya. Sebab, begitu nantinya dilantik anggota DPRD baru mempunyai dua tugas utama, pertama oreantasi tugas yang kedua penyusunan program kerja.

Jadi , orientasi tugas itu sangat urgen mengingat sekitar 90 persen anggota DPRD baru merupakan wajah baru. Artinya, sebagian besar anggota DPRD periode 2009-2014 perlu mendalami tugas dan wewenangnya agar kinerjanya dapat meningkat dibanding periode saat ini. Kalau kita bandingkan dengan DPRD 2004-2009 oreantasi tugas ini dilaksanakan setelah pelantikan selama tiga hari di Medan. Masalah lamanya oreantasi itu sangat variatif.

Selain itu, ujar Falah, Partai juga mempunyai tanggung jawab moral kepada calegnya, sebab caleg selain perwakilan masyarakat juga mereka ini perwakilan partai di legislatif. Jadi partai memang diharapkan memberikan semacam orieantasi tugas juga, ya bisa saja dalam bentuk seminar atau dalam bentuk lainnya. PKB nanti akan memberikan itu kepada caleh terpilih.

Hal senada juga di katakan anggota DPRD Madina lainnya, H. Riadi Husnan Lc, menurutnya orieantasi tugas atau pembekalan ini sangat penting bagi anggota DPRD Madina yang baru nantinya. ”Kinerja anggota DPRD perlu ditingkatkan, begitu juga masalah kualitas SDM nya, kalau bisa setara dan lebih tinggi dari eksekutif. Kalau kita perhatikan birokrat pimpinan lembaga pemerintah mereka sudah berpengalaman dan sangat mendalami di bidangnya, inilah yang harus kita imbangi”, ujarnya.

Sedangkan masalah waktu oreantasi tugas ini, Riadi lebih cenderung setelah pelantikan, sebab ini terkait dengan anggaran. ”Orientasi itukan perlu anggaran, kalau anggota DPRD baru belum dilantik dari mana anggarannya. Dari APBD tidak mungkin, sebab mereka belum dilantik, jadi bagusnya setelah dilantik. Masalah lamanya orieantasi, itu tergantung, sebab selain orientasi nantinya tugas-tugas untuk anggota DPRD baru sudah menunggu”, katanya.

Kemudian, lanjut Riadi, partai politik juga memang diharapkan memberikan kontribusi semacam pelatihan kepada anggota DPRD nya, walaupun namanya tidak pelatihan, bisa saja seminar, work shop atau kegiatan lainnya. Artinya, partai juga harus mengkader mereka-mereka ini, sebab mereka adalah duta-duta partai di DPRD.

Pendapat yang sama juga datang dari anggota DPRD Madina lainnya, Ahmad Solih, H. Aswin Lubis. Keduanya sangat mendukung dilaksanakan pembekalan ini. Tinggal lagi H. Aswin Lubis mengharapkan kepada anggota DPRD baru nantinya agar segera meningkatkan kualitas kerjanya, begitu juga dengan SDM-nya. ”Anggota-anggota DPRD baru harus bisa mengimbangi kinerja eksekutif, dan menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai denga yang di amanatkan”.

”Termasuk fungsi pengawasan, terutama pengawasan pembangunan. Pengawasan dari Komisi-komisi itu harus ada, terutama yang berhubungan dengan kebijakan APBD. Selama ini penyebab pengawasan boleh dikatakan tidak ada karena SDM yang lemah dan pengaruh kuat percaturan politik di DPRD, adanya tarik menarik antara fraksi begitu juga dengan partai. Kalau politiknya lebih dominan, yakinlah fungsi DPRD sebagai pengawasan tidak akan jalan”, ujarnya.

Sedangkan Iskandar Hasibuan, SE salah satu caleg terpilih dari PDI-P saat dimintai komentrnya mengatakan, sangat mendukung kalau di adakan orientasi tugas bagi anggota DPRD baru nantinya. ”Orientasi itu sangat urgen, sebab hampir 90 persen anggota DPRD baru ini merupakan muka-muka baru dengan berbaga latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Jadi perlu disatukan visi dan misi agar kedepan nanti bisa-sama memperjuangkan aspirasi rakyat.

Iskandar juga tidak membantah mungkin ada anggota DPRD baru nantinya yang belum mengetahui tugas dan fungsi DPRD itu apa. ”Kalau tidak tahu, ya wajar-wajar saja, sebab ada sebagian yang masuk ke parpol itu instant, belum ada pengalaman di dunia politik dan birokrasi. Belum lagi latar belakang yang berbeda, misalnya ada yang dari bisnis, ustadz, pemborong, wiraswasta, wartawan dan lainnya. Jadi orientasi memang sangat penting”, katanya (Lokot Lubis).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: