Berita Madina


Pemekaran Pantai Barat Madina Diseminarkan

DSCN0991

 

Panyabungan-Rakyat Madani.

Pengantar

Tahapan kerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Madina yang mengodok rencana pemekaran Kabupaten Madina dengan persiapan pendirian Kabupaten Pantai Barat, terus bergulir. Pertengahan Juli lalu, Pansus mengadakan seminar sehari dalam rangka mencari masukan untuk memperkaya khasanah persiapan pemekaran tersebut.

Seminar sehari itu berlangsung di gedung Serba Guna, Aek Godang, Panyabungan tanggal 16 Juli 2009 dengan menghadirkan tiga pembicara, yakni Drs. Parulian Nasution,MM,  Drs. Zulkarnaen Lubis, M.Pd,  serta Ketua Harian Persiapan Pemekaran Kabupaten Madina Gozali Pulungan, SH.

Selain itu diawali dengan pidato sambutan Bupati Madina H. Amru Daulay, SH,  dan pidato sambutan Ketua Pansus DPRD Madina, As Imran Khaytami Daulay SH.  Berbagai kalangan aktif mengikuti seminar itu, meliputi mahasiswa, tokoh-tokoh masyarakat Pantai Barat dan Mandailing, pejabat dan PNS dari Pemkab Madina, anggota DPRD dan sejumlah politisi.

Drs Parulian Nasution, MM,  tampil dengan makalah berjudul  “Urgensi Pemekaran Pantai Barat Dalam Prosfek Masa Depan (Suatu Tinjauan Poleksosbud)”. Sedangkan Drs Zulkarnain Lubis, M. Pd dengan judul “Pemekaran Untuk Kesejahteraan : Antara Solusi dan Imajinasi.

Seluruh makalah di seminar itu termasuk dokumen pidato Bupati serta Ketua Pansus DPRD Madina disajikan dalam laporan khusus Tabloid Rakyat Madani edisi kali ini. (dahlan)

 

Kajian Pemekaran Wilayah Pantai Barat.

Oleh: Panitia Persiapan Pemekaran Wilayah Pantai Barat

  1. I. Pendahuluan

  1. A. Latar Belakang

Secara teoritis, otonomi daerah diyakini dapat memberikan 3 manfaat utama, yaitu :

  1. Mendorong peningkatan partisipasi dan kreatifitas masyarakat;
  2. Mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan;
  3. Memperbaiki alokasi sumber daya produktif.

 

  1. B. Permasalahan.
    1. Luas wilayah dan letak geografis sehingga masih terdapat wilayah dan pulau terpencil mengakibatkan pelayanan publik belum diperoleh secara optimal.
    2. Aksesibilitas terbatasa sehingga menimbulkan biaya tinggi dan mengurangi nilai tambah produk masyarakat.

 

  1. C. Tujuan Pengkajian
    1. Melakukan analisa strengths , weakness, oportunities and threaties (swot);
    2. Mengetahui kondisi objektif kelayakan pemekaran wilayah Pantai Barat sesuai parameter P.P. No. 78 Tahun 2007;
    3. Menjadikan kajian sebagai bagian integral dari proses pemekaran wilayah Pantai Barat.

 

  1. D. Manfaat Penelitian
    1. Sebagai bahan kelengkapan persyaratan pemekaran daerah sesuai P.P No. 78 Tahun 2007;
    2. Sebagai tindaklanjut dari keputusan Badan Perwakilan Desa pada 7 kecamatan se wilayah Pantai Barat.

 

  1. E. Dasar-Dasar
    1. UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
    2. UU. No. 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kab. Dati II Toba Samosir dan Kab. Dati II Mandailing Natal;
    3. P.P. No. 78 Tahun 2007 tentang Tatacara Pembentukan, Penggabungan dan  Penghapusan Daerah.

 

 

 

 

 

  1. II. Kerangka Teoritis.

  1. A. Pengertian-Pengertian.

Dalam pasal 1 P.P No. 78 Tahun 2007 ditetapkan sebagai berikut :

 

–         Angka 7 : Pembentukan Daerah adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai daerah propinsi, daerah kabupaten/kota.

–         Angka 10 : Pemekaran  adalah pemecahan propinsi atau kabupaten/kota menjadi dua daerah atau lebih.

–         Angka 12 : Kajian Daerah adalah kajian propinsi atau kabupaten/kota yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh kepala daerah untuk menilai kelayakan pembentukan daerah secara objektif yang memuat penilaian kuantitatif terhadap faktor-faktor teknis dan penilaian kualitatif terhadap faktor yang memiliki karakteristik tersendiri.

 

  1. III. Metode Penelitian

  1. A. Lokasi Penelitian

Ketujuh Kecamatan Wilayah Pantai Barat.

 

  1. B. Variabel Penelitian.
    1. Dependen Variabel

–         Usia pemerintah Kab. Madina 10 Tahun > 7 Tahun (P.P. No.78/2007);

–         Cakupan wilayah 7 kecamatan > 5 kecamatan (P.P. No. 78/2007)

–         Independen Variabel : terdiri dari 11 faktor yang mencakup 37 indikator, meliputi : Kependudukan, Luas Wilayah, Kemampuan Ekonomi, Potensi Wilayah, Kemampuan Keuangan, Sosial Budaya, Sosial Politik, Pertahanan, Keamanan, Kesejahteraan Masyarakat dan Rentang Kendali.

  1. IV. Gambaran Umum Provinsi Sumatera Utara.

Pada saat ini provinsi Sumatera Utara terdiri dari 33 daerah kabupaten/kota, dengan telah dimekarkannya Kab. Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli, yaitu 25 kabupaten dan 8 kota. Untuk pemekaran kabupaten, maka yang menjadi pembanding adalah kabupaten yang ada di provinsi tersebut.

 

Yang  diperbandingkan adalah jumlah penduduk, kemampuan ekonomi, potensi daerah, kemampuan keuangan, sosial budaya, pertahanan, keamanan, tingkat kesejahteraan dan rentang kendali.

 

  1. V. Aanalisis dan Pembahasan

Usulan Penbentukan Kab. Pantai Barat terdiri dari 7 Kecamatan :

  1. Kecamatan Natal
  2. Kecamatan Batahan
  3. Kecamatan Muara Batang Gadis
  4. Kecamatan Sinunukan
  5. Kecamatan Linggabayu
  6. Kecamatan Ranto Baek
  7. Kecamatan Batang Natal

 

 

 

Analisis Swot

KEKUATAN (S)

  1. Luas dan cakupan wilayah
  2. Jumlah penduduk memadai
  3. Pusat Pemerintahan tersedia

KELEMAHAN(W)

  1. Rentang kendali sangat jauh
  2. Wilayah/Desa terpencil
  3. Pemerintahan berstatus kecamatan

PELUANG (O)

  1. Bertambahnya alokasi dana dari pemerintah
  2. Meningkatnya minat pengusaha berinvestasi
  3. Pasar regional hasil sumber daya alam
  4. Perbaikan sarana dan prasarana pemerintah

ASUMSI S-O

  1. Memanfaatkan luas wilayah untuk memperoleh tambahan alokasi dana pemerintah
  2. Jumlah penduduk yang memadai sebagai mitra dan pasar investasi
  3. Kelola SDA untuk dijual kepasar regional
  4. Gunakan pusat pemerintahan untuk memperbaiki prasarana dan prasarana pemerintahan

ASUMSI W-O

  1. Rentang kendali yang sangat jauh memerlukan pertambahan alokasi dana
  2. Penanggulangan wilayah terpencil dengan meningkatnya investasi
  3. Tingkatkan nilai tambah SDA dengan memanfaatkan pasar regional
  4. Tingkatkan status kecamatan dengan memperbaiki sarana dan prasarana

THREATIES (SWOT)

  1. Ketatnya persyaratan pembentukan daerah baru.
  2. Panjangnya birokrasi pembentukan daerah baru
  3. Kepentingan politik yang berbeda di DPRD
  4. Terbatasnya dana pemerintah di Kab. Madina (induk)

ASUMSI S-T

  1. Pencakupan wilayah yang memenuhi syarat pembentukan daerah baru
  2. Sampaikan aspirasi penduduk kepada seluruh birokrat untuk memulus-kan pembentukan daerah baru.
  3. Proyeksikan hasi SDA untuk meyakinkan Partai Politik di DPRD
  4. Tersedianya pusat pemerintahan akan membantu terbatasnya dana Pemkab Madina

ASUMSI W-T

å.       Rentang kendali sangat jauh merupakan  indikator pembentukan daerah

bb.  Informasikan kondisi wilayah terpencil sehingga usulan pembentukan daerah dipermudah.

  1. Keluhkan nilai tambahan SDA yang lemah kepada Partai Politik di DPRD
  2. Tingkatkan status pemerintahan sehingga tidak tergantung kepada Pemkab Madina (induk)

Setiap indikator mempunyai skor dengan skala 1-5, dimana

–         Skor 5     :  sangat mampu

–         Skor 4     :  mampu

–         Skor 3     :  kurang mampu

–         Skor 2     :  tidak mampu

–         Skor 1     :  sangat tidak mampu

 

 

 

 

  1. A. Metode Penelitian

 

Untuk memperoleh bobot nilai dihitung melalui :

¡        Metode yang dipakai adalah metode rata-rata, yaitu metode yang membandingkan besaran/nilai tiap calon daerah dan daerah induk terhadap besaran/nilai rata-rata keseluruhan daerah disekitarnya.

¡        Dalam hal menentukan pembandingan propinsi, kabupaten/kota terdapat data yang memiliki nilai/indikator yang sangat berbeda (>5 kali dari besaran/nilai terendah), maka besaran/nilai tersebut tidak diperhitungkan.

 

  1. B. Cara Penghitungan

 

Untuk memperoleh bobot nilai dihitung melalui :

Ÿ         Langkah I      :  Hitung rata-rata / % A se Kabupaten Pembanding

Ÿ         Langkah II     :  Hitung rata-rata / % A se Kabupaten Induk maupun calon pemekaran

Ÿ         Langkah III   :  Rata-rata / % A se kabupaten induk/pemekaran dibagi rata-rata / % A se Kabupaten Pambanding = Skor nilai kabupaten yang bersangkutan.

 

Bobot Nilai adalah perkalian antara skor nilai yang diperoleh dengan bobot yang sudah ditetapkan dalam P.P. No. 78 Tahun 2007, dan hasilnya untuk masing-masing Kabupaten Madina (induk) dan Kabupaten Pantai Barat (pemekaran) adalah sebagai berikut :

 

Rekapitulasi Perhitungan Bobot Nilai

No.

Faktor dan Indikator

Bobot

Skoring

Kab. Madina

Kab. Pantai Barat

Nilai

Bobot Nilai

Nilai

Bobot Nilai

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

1.

KEPENDUDUKAN

20

 

100

 

85

  1. Jumlah Penduduk

15

5

75

5

75

  1. Kepadatan Penduduk

5

5

25

2

10

2.

KEMAMPUAN EKONOMI

15

 

70

 

70

  1. PDRB Non Migas per kapita

5

4

20

4

20

  1. Pertumbuhan Ekonomi

5

5

25

5

25

  1. Kontribusi PDRB Non Migas

5

5

25

5

25

3.

POTENSI DAERAH

15

 

69

 

67

  1. Ratio Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank

2

5

10

5

10

  1. Ratio Penduduk Pertokoan per 10.000 Perduduk

1

5

5

5

5

  1. Ratio Pasar  per 10.000 Perduduk

1

5

5

5

5

  1. Ratio Sekolah SD per Penduduk Usia SD

1

5

5

5

5

  1. Ratio Sekolah SLTP per Penduduk Usia SLTP

1

5

5

5

5

 

 

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

 

  1. Ratio Sekolah SLTA per Penduduk Usia SLTA

1

5

5

5

5

  1. Ratio Fasilitas Kesehatan per 10.000 Penduduk

1

4

4

4

4

  1. Ratio Tenaga Medis per 10.000 Penduduk

1

5

5

4

4

  1. Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Kenderaan Bermotor atau Kapal Motor

1

1

1

1

1

10. Persentase Pelanggan Listrik Terhadap Jumlah Rumah Tangga

1

4

4

3

3

11. Ratio Panjang Jalan Terhadap Jumlah Kenderaan Bermotor

1

5

5

5

5

12. Persentase Pekerja Berpendidikan minimal SLTA Terhadap Penduduk Usia 18 Tahun Keatas

1

5

5

5

5

13. Persentase Pekerja Berpendidikan Minimal S1 Terhadap Penduduk Usia 25 Tahun Keatas

1

5

5

5

5

14. Rasio PNS terhadap Penduduk

1

5

5

5

5

4.

KEMAMPUAN KEUANGAN

15

 

70

 

65

  1. Jumlah PDS

5

5

25

3

15

  1. Rasio PDS Terhadap Jumlah Penduduk

5

4

20

5

25

  1. Rasio PDS Terhadap PDRB

5

5

25

5

25

5.

SOSIAL BUDAYA

5

 

25

 

25

  1. Rasio Sarana Ibadah/10.000 Penduduk

2

5

10

5

10

  1. Rasio Fasilitas Olahraga / 10.000 Penduduk

2

5

10

5

10

  1. Rasio Balai Pertemuan / 10.000 Penduduk

1

5

5

5

5

6.

SOSIAL POLITIK

5

 

25

 

25

  1. Rasio PDDKB Pil. Leg. Thp Penduduk Punya Hak Pilih

3

5

15

5

15

  1. Jumlah Ormas

2

5

10

5

10

7.

LUAS DAERAH

5

 

22

 

25

  1. Luas Wilayah Keseluruhan

2

5

10

5

10

  1. Luas Wilayah Efektif

3

4

12

5

15

8.

PERTAHANAN

5

 

21

 

19

  1. Rasio Jlh Personil Pertahanan Thp Luas  Wilayah

3

5

15

3

9

  1. Karakteristik Wilayah

2

3

6

5

10

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

9.

KEAMANAN

5

 

25

 

25

  1. Rasio Jumlah Personil Keamanan Thp 10.000 Pddk

5

5

25

5

25

10.

TK. KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

5

 

25

 

23

  1. Indeks Pembangunan Manusia

5

5

25

5

25

11.

RENTANG KENDALI

5

 

23

 

25

  1. Rata-rata Jarak Kecamatan ke Pusat Pemerintahan (Ibukota Kabupaten)

2

4

8

5

10

  1. Rata-rata Waktu Perjalanan Dari Kecamatan ke Pusat Pemerintahan (Ibukota/Kabupaten)

3

5

15

5

15

 

TOTAL BOBOT NILAI

 

 

475

 

456

 

BOBOT NILAI FAKTOR PENDUKUNG

 

NO.

FAKTOR

SYARAT MINIMAL

PEROLEHAN NILAI

KET

KAB. MADINA

KAB. PANTAI BARAT

1

2

3

4

5

6

1.

2.

3.

4.

Kependudukan

Kemampuan Ekonomi

Potensi Daerah

Keuangan

80

60

60

60

100

70

69

70

85

70

67

65

Lolos

Lolos

Lolos

Lolos

 

JUMLAH

260

309

287

Lolos

Dari penilaian seluruh aspek sesuai PP. No. 78 tahun 2007,  ternyata Kabupaten Mandailing Natal dan wilayah Pantai Barat sangat memenuhi syarat untuk dimekarkan sehingga sangat layak untuk sirekomendasikan


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: