Berita Madina


Menjelang Pilakada Madina, Centre-centre Tumbuh Bak Jamur Di Musim Hujan

Panyabungan, RAKYAT MADANI

Menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten

Mandailing Natal (Madina) banyak bermunculan Centre-centre bagai jamur bertumbuhan di musim hujan. Seolah-olah kawasan Madina akan terang benderang di malam hari oleh “senter-senter” walau PLN sering padam.

“Yang dipertanyakan apakah kehadiran Center-centre ini bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat atau hanya muncul sebentar lalu hilang usai Pilkada, berdiri hanya untuk kepentingan sesaat?,” ujar Ir Amin Daulay kepada wartawan di Panyabungan, Jum’at (31/7). Dikatakannya, center harusnya merupakan lembaga kajian yang bertujuan memajukan Madina bagi peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan sebuah lembaga yang berkedok pusat pengkajian yang berdiri  hanya karena menjelang pemilihan bupati.

Amin Daulay yang merupakan salah satu figur perintis berdirinya Kabupaten Madina ini, mengistilahkan Centre- center yang muncul mendadak dan hilang tiba-tiba tidak obahnya lampu senter yang memiliki baterai habis pakai alias tidak tahan lama. “Habis baterai, habis pula cahayanya,” sebut Amin berumpama. Oleh karenanya, dia berharap agar kehadiran  centre bukan untuk kepentingan sempit, melainkan betul-betul berdiri bertujuan bagi kepentingan kemajuan dan kesejahteraan rakyat secara umum.

Sama halnya dengan pilkada yang akan digelar pada tahun 2010, Amin berharap akan menghasilkan pemimpin, bukan penguasa. Pilkada jangan menghasilkan penguasa, tatapi melahirkan pemimpin yang arif dan bijaksana. Amin yang  juga sudah mapan sebagai motor penggerak tim sukses di tiap Pilkada ini meminta agar semua Centre-centre betul- betul melakukan kajian yang berpijak dan berdampak bagi kepentingan Madina dan rakyat secara keseluruhan, tidak terjebak pada kepentingan sesaat.

Di sisi lain, Amin juga mengkritik kondisi Kabupaten Madina yang terkesan menjadi ajang mengumpul uang. Madina pun  dipertanyakan apakah sebagai pusat kaderisasi pemimpin atau hanya pusat pengumpulan uang. Setelah mengumpul banyak duit, eks pejabat akan menjadi calon walikota di daerah lain. Pejabat-pejabat yang sudah mapan harus siap lari malam seiring berakhirnya masa keemasan mereka di Madina.  Madina harus diselamatkan, itu bisa dimulai dengan momentum pelaksanaan Pilkada  nantinya. (dahlan)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: