Berita Madina


Mempersiapkan Pemilu 2010 Sebagai Puncak Pembelajaran Politik Masyarakat Madina

img001Oleh : Henri Pulungan

Pilkada (Pemilihan Kepala aerah) 2010 sebentar lagi akan dilaksanakan oleh segenap rakyat di Kabupaten Mandailing Natal. Pemilu yang diselenggarakan tahun ini merupakan Pemilu ketiga, sejak era reformasi bergulir dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bila sebelumnya, Pemilu 1955 sering dianggap sebagai Pemilu yang demokratis dalam sejarah Republik Indonesia dan selalu menjadi referensi, maka penyelenggaraan Pemilu 1999 dan Pemilu 2004 lalu, telah menambah khazanah akan keberhasilan pelaksanaan Pemilu yang demokratis dan diikuti dengan penuh antusias oleh segenap rakyat di seluruh Kabupaten Madina dalam menetukan kepala daerah.

Pilkada 1999 sebagai buah reformasi, telah berhasil membuka gerbang kebekuan dalam penyelenggaraan demokrasi. Rakyat benar-benar menjadi penentu. Hasil Pemilu tidak lagi ditentukan oleh kemauan penguasa, namun ditentukan oleh kemauan rakyat. Pada Pemilu 1999 inilah tingkat partisipasi rakyat dan keikutsertaan partai politik mencapai jumlah yang signifikan. Namun, hal yang sangat menggembirakan dan sekaligus membanggakan, adalah bahwa pelaksanaan Pilkada 1999 tersebut bisa berjalan adil, jujur, dan demokratis. Pilkada 1999 telah menjadi bukti bahwa tingkat kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi di Kabupaten Mandailing Natal telah mengalami kemajuan yang luar biasa.

Kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi di Kabupaten Mandailing Natal makin maju dan makin dinamis ketika melaksanakan Pilkada 2004. Betapa tidak, pada pelaksanaan Pilkada 2004 itu, telah terjadi perubahan fundamental, yang diwujudkan pada penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati secara langsung oleh rakyat. Rakyatlah yang memilih pemimpinnya di eksekutif dan wakilnya di legislatif secara langsung.

Pelaksanaan dan hasil Pemilu 2004 menjadi bukti, sekaligus penegasan, bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang cepat dalam melakukan proses pembelajaran demokrasi serta telah mampu menjadikan demokrasi sebagai urat nadi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberhasilan demi keberhasilan Kabupaten Mandailing Natal dalam menyelenggarakan proses Pilkada itu telah membuat waraga Madina saat ini dijadikan sebagai referensi bagi masyarakat nasional dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk memelihara sekaligus mempertahankan prestasi itu, maka seluruh komponen masyarakat harus bertekad menyukseskan penyelenggaraan Pilkada 2010 mendatang. Kualitas penyelenggaraan Pilakada 2010, harus jauh lebih baik dari sebelumnya. Kualitas yang tidak hanya dalam konteks tingkat partisipasi, keamanan dan ketertiban belaka, namun yang utama adalah pematangan dalam menjalankan demokrasi. Pelaksanaan dan hasil Pilakada 2010 nantinya tidak hanya menjadi sebuah pembuktian kedewasaan berdemokrasi tetapi juga harus menjadi pembuktian kematangan berpolitik di Kabupaten Mandailing Natal .

Persiapan Pilakada 2010 adalah perhelatan demokrasi yang mampu memfasilitasi dan memperluas ruang pembelajaran politik bagi masyarakat. Kita ingin agar Pilkada 2010 menjadi  pembelajaran politik yang menjadikan masyarakat Mandailing Natal makin dewasa dalam berdemokrasi maupun berpolitik.
Kedewasaan Kehidupan Berpolitik  dan Berdemokrasi

Secara umum, demokrasi telah diakui sebagai sistem politik yang berhasil. Dibandingkan dengan fasisme, pemerintahan monarki absolut dan pemerintahan otoriter, yang semuanya terbukti kurang efektif, dalam menciptakan pemerintahan yang baik, maka demokrasi terbukti lebih mampu memberikan hasil optimal dalam membangun kesejahteraan dan keadilan. Demokrasi juga terbukti lebih sanggup dalam menjamin penghormatan atas hak asasi manusia di bidang politik, sosial, dan ekonomi. Demokrasi juga terbukti lebih mampu membuka ruang untuk adanya penyelesaian damai atas berbagai konflik kepentingan yang timbul dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedewasaan berdemokrasi tanpa diikuti dengan kematangan berpolitik, berpotensi untuk mengurangi makna dan nilai penyelenggaraan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedewasaan berdemokrasi tanpa diikuti dengan kematangan berpolitik, sesungguhnya hanya akan melahirkan anarkisme serta berbagai bentuk pertikaian lainnya. Melalui kematangan berpolitik, masyarakat akan sanggup menilai gejolak politik sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang dinamis, yang harus disikapi dengan lebih arif dan bijaksana. Perbedaan politik tidak boleh menjadikan sesama warga bangsa saling memusuhi satu sama lain. Sebaliknya, ragam perbedaan dalam berpolitik, mulai dari perbedaan ideologi dan konflik kepentingan politik lainnya, harus disikapi sebagai warna-warni yang makin mencerahkan penyelenggaraan kehidupan berpolitik.

Kematangan berpolitik, akan mendorong setiap warga Madina untuk tidak saja sanggup menerima keputusan-keputusan bersama secara demokratis, namun juga sanggup melaksanakan keputusan-keputusan tersebut secara lugas, konsekuen, dan konsisten. Kematangan berpolitik akan menyadarkan warga, bahwa kedewasaan berdemokrasi yang memberikan pijakan obyektif dan terukur bahwa setiap keputusan yang diambil harus mengedepankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, harus diikuti dengan kematangan berpolitik ketika harus menjalankan keputusan-keputusan yang diambil dalam rangkaian proses tersebut. Kematangan berpolitik akan memperbesar tingkat partisipasi partai politik peserta pemilu, lembaga swadaya masyarakat, penggiat dan aktivis demokrasi, maupun masyarakat luas dalam mengawal proses berkesinambungan dalam pembangunan demokrasi.
Kita harus terus berusaha keras untuk mewujudkan kedewasaan berdemokrasi dan kematangan berpolitik. Penyelenggaraan dua pemilihan umum di era reformasi, yaitu Pemilu 1999 dan Pemilu 2004 telah menghasilkan konstelasi politik yang memberikan pengaruh positif dalam mempercepat pendewasaan demokrasi dan pematangan kehidupan berpolitik di masyarakat yang waktu itu di Menangkan H Amru Daulay SH yang hingga sekarang menjadi bupati kita.

Penyelenggaraan Pilkada 1999-2004 menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, DPRD, Komisi Pemilihan Umum, PANWASLU, Partai-Partai Politik peserta Pemilu, dan masyarakat telah berhasil melaksanakan perannya masing-masing dengan pola sikap yang menunjukkan kedewasaan berdemokrasi dan kematangan berpolitik.

Ke depan, tentu saja semua prestasi itu harus terus ditingkatkan dan ditumbuhkembangkan. Pemerintah telah berketetapan untuk terus memfasilitasi warga Mandailing Natal agar dapat melaksanakan proses perilaku politik yang menuju pada kematangan berpolitik.

Kedewasaan dalam berperilaku politik melalui pembelajaran politik di masyarakat. Kedewasaan dalam berperilaku politik (politics behaviour) diwujudkan pada sikap insan/individu atau kelompok dalam pemenuhan hak dan kewajibannya sebagai insan politik.

Demokrasi melalui proses yang menitikberatkan pada partisipasi dan pemberdayaan seluruh masyarakat (inclusiveness). Pemerintah juga terus mengedepankan prinsip toleransi dan pembentukan konsensus dibandingkan dengan persaingan dan pertarungan.

Mendorong dan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya kelembagaan partai politik yang berkualitas. Kelembagaan partai politik adalah wahana terpenting dalam mengungkapkan, mereproduksi dan memajukan praktik demokrasi. Partai politik memiliki peran penting dalam mengalihkan nilai-nilai politik dan budaya demokrasi dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk kestabilan penyelenggaraan demokrasi secara tertib dan berkelanjutan.
Mempersiapkan Pilkada 2010 Sebagai Puncak Pembelajaran Politik Bagi Warga Madina

Pemilihan Kepala Daerah merupakan ekspresi salah satu perilaku politik yang mampu menjadi indikator dalam menunjukkan kematangan berpolitik, mulai dari lingkup individu, komunitas dan golongan, maupun secara nasional. Proses pemilu baik dalam memilih anggota legislatif, maupun memilih presiden dan wakil presiden, serta pemilihan bupati dan wakil bupati ini memerlukan ragam tahapan yang saling berkesinambungan. Mulai dari penyusunan undang-undang, peraturan pemerintah, pembentukan institusi pelaksana dan pengawas pemilu, legalitas partai-partai politik peserta pemilu, penentuan para calon legislatif, penentuan calon presiden dan wakil presiden, serta calon bupati dan wakil bupat sampai penyusunan daftar pemilih yang berhak mengikuti pemilu. Ragam tahapan yang berkesinambungan tersebut merupakan rangkaian proses sebagai sebuah pembuktian berjalannya demokrasi pada jalurnya. Hasil dari rangkaian proses inilah yang menjadi penanda akan kualitas kematangan berpolitik di Kabupaten Mandailing Natal sebab Pilkada 2010 yang akan diselenggarakan pada bulan April mendatang harus berjalan aman, lancer dan tertib.

Pilakada 2010 merupakan momen penting bagi warga di Kabupaten Mandailing Natal . Mari kita tunjukkan kualitas penyelenggaraan pilkada 2010 akan menunjukkan wujud peningkatan kedewasaan berdemokrasi dan kematangan berpolitik bagi segenap warga yang tinggal di Bumi Gordang Sembilan ini. Prestasi penyelenggaraan Pilkada 2004, yang telah menuai berbagai apresiasi dari seluruh daerah sehingga harus bisa kita tingkatkan lagi kualitasnya, dengan mewujudkan penyelenggaraan pilkada 2010 yang lebih baik. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi semua komponen dan elemen yang ada di Madina, untuk menyukseskan Pilkada 2010.

Dengan makin majunya kualitas pengembangan tata nilai demokrasi  di Kabupaten Mandailing Natal menuju Madina Yang Madani, maka setiap warga harus mampu memanfaatkan momentum yang tidak boleh di tinggalkan ini (horja kabupaten). Pendewasaan berpolitik yang akan makin memperkuat landasan demokrasi untuk membangun daerah yang kuat dan bermartabat. Pendewasaan berpolitik yang tidak saja diwujudkan dalam bentuk penyaluran pilihan dan hak politiknya secara cerdas, akan tetapi juga kedewasaan dalam menerima semua hasil kompetisi politik melalui pemilihan kepala daerah yang akan melanjutkan pembangunan Kabupaten Mandailing Natal Yang Madani seperti apa yang telah di lakukan oleh H Amru Daulay SH, dengan penuh ketulusan, arif dan bijaksana.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: