Berita Madina


Korban Banjir Bandang di Muara Batang Gadis

Korban Banjir Bandang di Muara Batang Gadis

Panyabungan (Tabloid Rakyat Madani)

Terkait kesimpang siuran data korban banjir bandang yang menimpa ratusan warga serta menghanyutkan ratusan rumah di tambah dengan sarana ibadah serta sekolah juga sarana umum lainnya di Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang meliputi Desa Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, Hutarimbaru, Ranto Panjang, Tagilang Julu, Desa Aek Godang, Desa Panunggulan, Desa Kilo Julu. Bupati, Mandailing Natal, H Amru Daulay SH, di dampingi Kabag Humas, Ansor S.Pd, Kadis Pendidikan, Musaddad Daulay, MM, Kadis Kesehatan, Dr. Syafruddin Nasution, Kadis Sosial, Alamulhaq Daulay, Kadis Perhubungan, Parulian Nasution, Kapolres Madina, AKBP Drs Engkos Kosasih, SH, MBA, juga dari Badan Nasional Penangulangan Bencana, Dalimunthe Selasa (22/9) di Pendopo Rumah Dinas melakukan temu pers untuk klarifikasi jumlah korban yang terbit di sejumlah media elektronik dan cetak serta radio yang di akibatkan dari sulitnya sarana informasi di saat kejadian hingga sekarang.

“ Korban tewas di Kecamatan Muara Batang Gadis tersebut sebanyak 8 orang yakni Tiapsah (42), Nuraswi (48), Raya (26), Togar (2), Segar (8), Edi (6), Rusdi (4), Bayi (2) sedangkan yang hilang tinggal satu orang yakni Dika (1). Sementara Gupok (8) yang sebelumnya di nyatakan hilang sudah di temukan. Dan 8 korban jiwa ini adalah penduduk Desa Lubuk Kapundung”, ujar Bupati menjelaskan.

Dikatakannya, data ini langsung diterima setelah tim dari Pemda Madina bersama Polres Madina terjun kelapangan. Sementara ratusan korban masih berada di pengungsian yang ada di setiap desa seperti Sekolah juga tenda darurat yang didirikan di perkebunan karet serta lapangan yang sudah dinyatakan aman serta berada di ketinggian.

“ Bantuan  sembako saat ini sudah masuk kesejumlah lokasi pengungsian serta bantuan air minum serta selimut ditambah dengan bantuan obat-obatan agar warga tetap sehat dan tabah dalam menghadapi musibah yang menimpa warga kita,” sebutnya.

Dituturkannya, dari analisa lapangan, penyebab terjadinya banjir banding yang menimpa warga tersebut di duga akibat di atas sungai aliran Muara Batang Gadis telah terjadi longsor yang menutupi aliran sungai sehingga terjadi penumpukan air dan tertumpah pada pemukiman yang berada di sepanjang pinggir sungai tersebut dan penyebab banjir tersebut kemungkinan akibat penumpukan kayu sebab terdapat 2 perusahaan PT Kengnam dan PT Inanta yang mendapat izin dalam rangka pengolahan lahan mulai dari penebangan, pembukaan lahan yang berdekatan dengan aliran sungai walau sudah tidak beroperasi lagi akibat dari masanya sudah berakhir.

“ Kayu-kayu tersebut di bawa aliran sungai di tambah dengan pohon-pohon besar yang berada di pesisir ikut hanyut sehingga menghantam sejumlah perkampungan ditambah dengan kondis sungai yang bertambah lebar akibat dari kikisan longsor bantalan sungai,” katanya.

Menurutnya, inforamasi yang dilansir sejumlah media elektronik, cetak dan radio sebelumnya membuat masyarakat panik mendengar dan membaca serta melihat tayangan televisi bahwa terjadi banjir berskala nasional di kabupaten ini. Kita akan membuat inforamasi satu pintu agar data tidak simpang siur.

“ Posko bantuan setiap desa sudak kita siapkan  untuk pelayanan publik dalam membantu berbagai hal serta dokter dan tenaga medis juga sudah stan bay untuk melakukan pengobatan terhadap warga yang terkena serangan penyakit mulai dari batuk, pilek serta demam juga penyakit lainnya yang menimpa warga,” terangnya.

Tim SAR, SATKORLAK, TNI, POLRI terus melakukan pelangsiran logistik terhadap warga korban banjir baik lewat udara serta lewar air dengan memakai kapal tongkang, robin serta perahu karet sehingga tidak ada warga yang tidak mendapat pelanan bantuan.

“ Hambatan komunikasi saat ini merupakan kendala yang paling utama sehingga sejumlah aparat harus bersusah payah dalam mengarungi sungai demi untuk membawa bantuan terhadap korban,” sebutnya.

Bupati juga berharap peran serta masyarakat dalam membantu mereka untuk membersihkan pemukiman walau belum ada keputusan untuk perbaikan renopasi rumah atau relokasi perumahan. “ Dengan bantuan warga sangat memudahkan kita dalam melakukan perbaikan dari segala bidang sebab tanpa mereka kita juga akan sulit berbuat,” katanya.(henri)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: