Berita Madina


Kandepag Mandailing Natal, Drs. H. M. Adlin Damanik, M. Ap :

Aslin Damanik

Siswa Pondok Pesantren Jangan Merasa Rendah Diri.

Lembah Sorik Merapi – Rakyat Madani.

“Para santri/santria siswa Pondok Pesantren di manapun berada agar jangan merasa rendah diri dengan siswa-siswi lain, sebab segala pelajaran umum terdapat juga di Pesantrren. Bahkan kalau belajar di pesantren ada nilai pulsnya yaitu belajar bahasa arab, hal ini tidak kita dapat di pendidikan umum”, ujar Kepala Depertemen Agama Kabupaten Mandailing Natal, Drs. H. M. Adlin Damanik, M. Ap di hadapan ribuan orang santri saat wisuda/wisudawan santri Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (30/06).

Kandepag melanjutkan, “ Tamatan-tamatan Pesantren kualitasnya tidak kalah dibandingkan dengan tamatan sekolah umum, sampai saat ini sudah tidak terhitung tamatan pesantren yang duduk memegang poisisi penting di pemerintahan, begitu juga dengan jabatan terhormat lainnya. Begitu juga kalau kita baca sejarah, banyak tamatan Pesantren yang menjadi pahlawan nasional yang namanya terus dikenang sampai sekarang”, katanya.

“Jadi bagi yang ingin menasuk ke Pesantren jangan ragu-ragu, begitu juga dengan orang tua jangan sama sekali ragu memasukkan anaknya ke Pesantren. Siswa Pesantren tidak kalah bersaing dengan sekolah umum lainnya, kita sudah coba membawa para santri untuk bersaing keluar daerah, misalnya seperti baru-baru ini ke Kalimantan dan ke Jatinangor, Alhamdulillah tidak mengecewakan” ujar kandepag.

Sedangkan dalam kelulusan UAN tahun ini tidak ada masalah, kelulusan siswa pondok Pesantren tahun ini di Madina mencapai 96 % dari 22 jumlah Ponpes. Di tingkat Sumatera Utara, Kabupaten Mandailing Natal merupakan yang terbanyak jumlah Pesantrennya. Kalau di Indonesia paling banyak Pesantrennya adalah Jawa kemudian baru Sumatera, sedangkan kalau di Sumatera Utara adalah Madina. Jadi kita harus bangga bahwa daerah Madina termasuk daerah yang banyak pesantrennya”.

Kemudian, lanjut Adlin, perhatian pemerintah terhadap Pesantren dan guru-gurunya sudah cukup besar. Seperti bulan yang lalu, pemerintah sudah membantu Rp. 56 Juta /Pesantren se Madina. Begitu juga dengan semua guru-guru Pesantren pada tanggal 3 Juli 2009 akan diberikan intensif yang jumlah keseluruhannya mencapai Milyaran rupiah. Jadi semua Pondok Pesantren jangan ada jangan bermain-main dengan bantuan ini”, kata Kandepag (Lokot Lubis).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: