Berita Madina


Jalan Muara Sipongi-Pakantan Kupak Kapik.

jl pakantan 2

Pakantan-Rakyat Madani

Jalan penghubung Muara Sipongi dengan Kecamatan Pakantan sepanjang 12 Km kondisinya sangat memprihatinkan, di samping kupak kapik badan jalan sering tertimpa longsoran tanah akibat perluasan jalan dua tahun lalu. Pantauan wartawan TABLOID RAKYAT MADANI di lapangan Jum’at (24/07), sepanjang jalan nyaris mengalami kerusakan, aspal terkelupas yang tingal hanya krikil-krikil dan batu-batu kecil di tengah jalan, sehinga cukup menyulitkan bagi pengguna jalan.

Menurut keterangan Warga Pakantan Iken Lubis, kondisi jalan  yang kupak kapik ini sudah berlangsung hampir 2 tahun lebih. Namun sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah untuk membangunnya. “Kondisi ini sudah hampir dua tahun lebih, memang jalan ini pernah di Aspal sekitar tiga tahun lalu, namun sudah rusak, ditambah lagi saat perluasan badan jalan sekitar dua tahun lalu membuat parit tertimbun longsoran tanah.

Selain badan jalan yang hancur, lanjut Iken Lubis, badan jalan sering tertimpa longsor kalau musim penghujan. Tanah yang terdapat di atas tebing longsor menimpa badan jalan karena tidak ada lagi penahan tanah berupa tumbuhan. Kalau ini terjadi bisa 2-3 tiga hari baru siap membersihkan material tanah.

Rusaknya jalan ini juga sangat mempengaruhi terhadap perkembangan roda perekonomian warga, harga-harga bahan pokok jadi naik dan warga yang ingin membawa hasil buminya ke Pasar Muara Sipongi jadi tergangu. Bukan itu saja, bagi anak sekolah dan warga yang  bekerja di luar daerah Pakantan yang tiap harinya melewati jalan ini  cukup melelahkan. Apalagi  musim penghujan jalan ini sama sekali tidak bisa dilewati kenderaan, mereka terpaksa jalan kaki atau naik Ojek yang ongkosnya mencapai Rp. 25.000.

Hal senada juga di katakana Yusuf Lintang, “Kondisi jalan Muara Sipongi ini cukup memprihatinkan. Selain sering longsor, parit jalan tidak terurus, air yang meluap sering  mengalir ke badan jalan mengakibatkan jalan rusak dan berlobang. Ditambah lagi kondisi jalan sangat licin kalau musim penghujan, akibatnya warga tidak berani lewat”, ujarnya.

Yusuf menambahkan, “Kalau sudah longsor, warga kecamatan Pakantan terisolir yang terkadang sampai 2-3 hari. Akibatnya harga bahan pokok melambung tinggi, kemudian hasil pertanian tidak bisa dibawa keluar, akibatnya petani mengalami kerugian karena hasil panennya membusuk. Belum lagi terkadang anak sekolah harus libur karena tidak bisa lewat di jalan ini”, tandasnya.

Baik Iken Lubis maupun Yusuf Lintang mengharapkan agar Pemkab Madina membangun jalan ini. Sebab. Mulai dimekarkannya kecamatan Pakantan empat tahun lalu warga hanya  sebentar merasakan bagusnya kondisi jalan ini. Selain itu, jalan ini merupakan jalur alternatif satu-satunya penghubung antara Kecamatan Muara Sipongi dan Pakantan. (Lokot Lubis).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: