Berita Madina


Itik Huraba, Potensi yang Tersembunyi di Mandailing Natal

Itik Huraba, Potensi yang Tersembunyi di Mandailing Natal

Oleh : Muhammad Syawal, S.Pt.

Pekerjaan : Staff Peneliti LOLIT Kambing Potong Sei Putih, Badan Litbang Departemen pertanian RI Galang Deli Serdang.

Mandailing Natal merupakan daerah yang kaya akan potensi alam, dan masih sangat banyak potensi yang tersembunyi baik sektor perdagangan, kehutanan ataupun pertanian. Salah satu contohnya, yaitu subsektor Peternakan baik ternak ruminansia ataupun unggas. Lebih menggembirakan dan patut di syukuri, ternyata Mandailing Natal memiliki sutau daerah namanya Desa Huraba Yang terletak di Kecamatan Siabu, di daerah ini akan ditemukan banyak sekali peternak Itik.

Ternak itik adalah salah satu jenis unggas yang dapat mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan protein hewani, karena itik memiliki keunggulan di antara unggas lokal lainnya yaitu Produksi telurnya tinggi (200-250 butir pertahun). tidak mengerami telurnya sehingga efektif dalam memproduksi telur, harga telur yang relatif tinggi dibandingkan dengan telur unggas yang lain dan. permasarannya mudah dan hasil samping produksi itik seperti bulu dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri seperti kain, sikat halus, kemoceng, isi kasur dan lain sebagainya. Modal yang digunakan untuk beternak itik relatif kecil, memberi tambahan pendapatan tiap hari dan secara sosial budaya tidak ada hambatan, sehingga akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan ternak unggas lainnya.

Adapun Jenis Itik yang sudah mashur dikalangan masyarakat Mandailing Natal adalah Itik Huraba. Itik ini dikomersialkan sebagai itik petelur, Itik Huraba sejak tahun 80 an dibudidayakan di desa Huraba oleh masyarakat, karena Itik ini memiliki kecenderungan banyak produksi telurnya maka itik Huraba diarahkan sebagai Itik Petelur. Sehingga dari dulu sampai sekarang produksi telur Itik ini telah banyak membantu perekonomian masyarakat didaerah tersebut. Namun demikian pertumbuhan itik ini juga cepat, sehingga peluang sebagai unggas pedaging juga besar tapi lebih menjanjikan dan lebih besar untungnya sebagai Itik Petelur. Adapun keunggulan-keunggulan Itik Huraba dibandingkan itik yang ada didaerah lainnya adalah sebagai berikut:

Bentuk Fisik :

Ø Badannya lebih besar dari itik biasa dan lebih kecil dari bebek.

Ø Warna bulunya banyak totol-totol hitam dan putih

Ø Warna Telur lebih jelas warna birunya dari pada itik biasa dan bebek.

Ø Ukuran telurnya lebih besar dari itik biasa dan bebek.

Produksi :

Ø Produksi telurnya sama seperti unggas lainnya, bertelur 1 setiap hari, namun peluang keberhasilan Itik Huraba lebih tinggi untuk bertelur, karena tidak sensitif terhadap penyakit.

Ø Pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya lebih cepat dan bagus.

Ø Berkembang biak cepat, penetasannya mudah baik secara alami maupun buatan.

Ø Masa produktifnya lebih lama yaitu sekitar 6 bulan di banding itik biasa hanya sekitar 4-5 bulan

Pemeliharaan :

Ø Pakan tidak perlu yang mahal, masyarakat sekitar telah memanfaatkan hama sawah yaitu keong mas kemudian dicampur dedak dan sayuran.

Ø Pemberian pakan tidak boros, produksi telurnya lebih bagus jika pakan diberikan secukupnya, untuk itu hindari pemberian pakan secara ad líbitum (Terus menerus).

Ø Kandang pemeliharaan dalam bentuk Semi Intensif, tidak perlu repot – repot di angon dipersawahan seperti halnya itik biasa atau bebek.

PELUANG PASAR

Ø Telur Itik Huraba telah tersohor di Mandailing Natal, khususnya di kecamatan Siabu. Sehingga tidak sulit lagi dalam hal pemasaran karena jika dijual dipasar pembelinya pun banyak. Bahkan banyak para pembeli yang langsung mendatangi peternak di kandang.

Ø Harga telur Itik Huraba lebih mahal daripada telur itik biasa dan bebek.

Peluang pasar untuk telur itik Huraba sangat terbuka luas. Pada umumnya permintaan tersebut datang dari berbagai daerah di Mandailing Natal dan Sekitarnya. Jenis telur yang diminati adalah telur yang warna kulit telurnya biru. Hal ini mengisyaratkan, bahwa peluang sangat besar untuk mengembangkan usaha produksi telur itik Huraba. Untuk itu diperlukan usaha yang serius untuk menghindari pasokan telur itik yang dirasakan kurang seperti sekarang. Pasar potensial yang dapat diharapkan untuk produser telur Itik Huraba adalah pasar tradisional di wilayah Mandailing Natal dan sekitarnya. Berdasarkan informasi yang aktual, permintaan telur itik Huraba di wilayah Mandailing Natal dan Sekitarnya semakin meningkat, diantaranya berasal dari konsumen rumah tangga untuk konsumsi langsung, industri telur asin, penjual martabak, dan industri pembuatan kue. Keunggulan telur itik Huraba dalam industri telur asin dan kue belum tersaingi oleh telur jenis unggas lainnya. Penggunaan telur itik Huraba dalam pembuatan martabak memiliki keunggulan yaitu merupakan bahan pengembang yang lebih baik terhadap bahan baku dan mempunyai cita rasa tersendiri. Permintaan pasar telur itik Huraba nampaknya belum mencapai titik jenuh oleh karena selama ini hampir tidak pernah terjadi over supply. Faktor keunggulan ekonomis penjualan telur yang dapat dimanfaatkan adalah sistem jual beli yang masih menggunakan ukuran butiran, sehingga factor efisiensi dapat lebih ditolerir dibandingkan misalnya dengan sistem kiloan. Dengan penjualan butiran, harga telur akan stabil.

Telur itik Huraba dapat dipasarkan langsung oleh peternak ataupun secara kooperatif antar peternak. Saat ini, umumnya pembeli yang datang ke peternak, sebagaimana halnya pada daerah produsen telur itik. Untuk di daerah Mandailing Natal dan Sekitarnya, sebagian besar telur itik Huraba dapat dipasarkan melalui pasar-pasar yang ada di Mandailing Natal seperti Pasar Panyabungan, Pasar Sihepeng, Pasar Sinonoan dan lain – lain. Pada umumnya dalam jalur pemasarannya terdapat pedagang pengumpul.

Masyarakat kita, saat ini semakin menyadari pentingya akan mengkonsumsi protein hewani, sehingga tidak heran jika masyarakat makin menggemari protein hewan terutama protein hewan dari unggas yang lebih khusus lagi protein dari daging dan telur itik/dan bebek. Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya rumah makan yang menyajikan protein hewan unggas. Akan tetapi pemenuhan kebutuhan protein unggas masih amat tradisional sehingga tidak heran jika Budidaya itik masih sederhana, apalagi pemeliharaan itik Huraba sebagai itik petelur. Untuk memenuhi kebutuhan dan kegemaran masyarakat akan telur itik huraba tersebut, seharusnya dibentuk suatu usaha budidaya peternakan itik Huraba dalam skala lebih besar yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan telur dimasyarakat.

Dengan demikian untuk mewujudkan cita-cita tersebut, tidak bisa dilakukan oleh sebagian orang atau hanya kelompok tertentu. Dalam membangun peternakan itik Huraba petelur yang lebih menjamin, diperlukan adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama dukungan pemerintah dan para investor. Masyarakat desa Huraba Kecamatan Siabu telah membuktikan keberhasilannya membudidayakan itik Huraba petelur walaupun belum bisa secara optimal. Untuk itu peran pemerintah setempat sangat diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mengembangkan Peternakan Itik Huraba petelur ini kearah yang lebih maju baik secara materil maupun komersil sehingga peternak lebih memiliki Skill yang terampil dan modal yang memadai,dalam pengembangan itik huraba tersebut Karena Itik Huraba adalah Potensi Yang tersembunyi di Mandailing Natal.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: