Berita Madina


Hasil Kajian Kelayakan Pantai Barat Menjadi Daerah Otonom Baru

Hasil Kajian Kelayakan Pantai Barat Menjadi Daerah Otonom Baru

Berdasarkan hasil kajian Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pantai Barat, wilayah Pantai Barat layak untuk menjadi sebuah dartah otonom atau kabupaten. Hasil kajian ini diajukan ke DPRD Madina pada Mei lalu.

Kecamatan-kecamatan yang direncanakan masuk pada bakal Kabupaten Pantai Barat Meliputi Kecamatan Natal, Batahan, Muara Batang Gadis, Sinunukan, Lingga Bayu,
Ranto Baek dan Kecamatan Batang Natal.
Luas wilayah calon Kabupaten Pantai Barat adalah 403.700 hektare untuk
daratan dan 170 kilo meter panjang garis pantai laut. Garis pantai itu
merupakan terpanjang di Sumatera Utara.
Sedangkan jumlah penduduk sebanyak126.664 jiwa. Tujuh Kecamatan, 142
jumlah desa/kelurahan. Batas-batas wilayah calon Kabupaten Pantai
Barat berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan di sebelah utara,
dengan Provinsi Sumatera Barat dari sebelah selatan, dengan Kabupaten
Mandailing Natal di sebelah timur dan dengan samudera Indonesia di
sebelah barat.

11 Indikator
Faktor-faktor yang dikaji untuk menentukan layak tidaknya calon
Kabupaten Pantai Barat didirikan sudah mendapatkan hasil yang memuskan
berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007. Pereturan
pemerintah ini menghendaki berbagai faktor penilaian meliputi faktor
kependudukan 2 indikator, kemampuan ekonomi 3 indikator, potensi
daerah 14 indikator, kemampuan keuangan 3 indikator, social budaya 3
indikator, social politik 2 indikator, luas daerah 2 indikator,
pertahanan 2 indikator, keamanan 1 indikator, tingkat kesejahteraan
masyarakat 1 indikator dan faktor rentang kendali 2 indikator.
Hasilnya: bobot nilai calon Kebupaten Pantai Barat setelah dilakukan
pengkajian adalah 475 atau berada diantara 420 sampai 500. Denngan
demikian calon Kabupaten Pantai Barat berada pada kategori sangat
mampu. Sementarata kebupaten induk Mandailing Natal yang sudah
otomatis menciut tetap berada pada kategori sangat mampu dengan bobot
nilai 484.
Dijelaskankan kategori sangat mampu mengandung total nilai seluruh
indikator 420 sampai 500. Krteria itu dapat direkomendasi. Kategori
mampu mengandung total nilai seluruh indicator 340 sampai 419.
Kriteria ini juga direkomendasi. Jika 260 sampai 339 (kurang mampu)
atau 180 sampai 259 (tidak mampu) dan 100 sampai 179 (sangat tidak
mampu) maka pemekaran wilayah itu ditolak alias tak dapat
direkomendasi.

Peluang dan Kendala
Metode penialain dilakukan dengan pendekatan dua pola yakni metode
rata-rata dan metode kuota. Metode rata-arat adalah metode yang
membandingkan besaran atau nilai tiap calon daerah dan daerah induk
terhadap besaran atau nilai rata-rata keseluruhan daerah di
sekitarnya. Metode kuota adalah metode yang menggunakan angka tertentu
sebagai kuota penentu scoring baik terhadap calon daerah maupun daerah
induk.
Pemberian scoring untuk pembentukan kabupaten menggunakan pembanding 4
kabupaten, yakni Kabupaten Pakpak Barat, Kabupaten Samosir, Kabupaten
Humbang Hasundutan dan Kabupaten Nias Selatan.
Sementara berdasarkan analisa kelayakan (analisa swot) calon Kabupaten
Pantai Barat cukup menggembirakan. Dari analisa lingkungan internal,
yakni kekuatan meliputi luas dan cakupan wilayah memenuhi syarat,
jumlah penduduk memadai, sumber daya alam cukup, pusat pemerintahan
tersedia.
Sedangkan kelemahan antara lain soal rentang kendali sangat jauh,
wilayah dan desa terpencil, nilai tukar sumber daya alam lemah,
pemerintahan masih berstatus kecamatan. Dari analisa lingkungan
eksternal, peluang antara lain bertambahnya alokasi dana dari
pemerintah, meningkatnya minat pengusaha berinvestasi, pasar regional
hasil sumber daya alam serta perbaikan prasarana dan sarana
pemerintahan.
Sudut tantangan antara lain ketatnya persyaratan pembentukan daerah
baru, penjangnya birokrasi pembentukan daerah baru, kepentingan
politik yang berbeda-beda di DPRD dan terbatasnya dana pemerintah
kabupaten induk Mandailing Natal.
Sementara jika ditinjau dari nilai factor-faktor dominan, calon
Kabupaten Pantai Barat maupun kabupaten induk tetap berada pada posisi
kategori lolos dengan penjelasan kependudukan untuk calon Kabupaten
Pantai Barat adalah 90, sedangkan kabupaten induk 100 atau berada di
atas syarat minimal yang hanya 80. Kemampuan ekonomi calon Kabupaten
Pantai Barat 70, kabupaten induk juga 70 atau berada diatas syarat
minimal yang hanya 60. Potensi daerah calon Kabupaten Pantai Barat 71,
kabupaten induk 72 atau berada diatas syarat minimal yang hanya 60.
Keuangan calon Kabupaten Pantai Barat 75 dan kabupaten induk juga 75
atau berada diatas syarat minimal yang hanya 60.

Kesimpulan
Pembentukan Daerah Kabupaten Pantai Barat ini diyakini akan mampu
membawa kesejahteraan bagi masyarakat karena akan terlaksana
optimalisasikan pelayanan public, efektifitas penggalian sumber dana
dan Pendapatan Asli Daerah, optimalisasikan penggalian sumber daya
memperpendek rentang kendali Pemerintah dan pemerataan hasil-hasil
pembangunan.
Analisa manajemen yang dapat di jadikan sebangai dasar untuk
mewujudkan pembentukan daerah Kabupaten pantai Barat dan pembangunanya
adalah memamfaatkan luas wilayah untuk memperoleh alokasi dana,
memamfaatkan jumlah penduduk sebangai mitra dan pasar investasi,
pengelolahaan SDA secara professional dan di jual di pasar regional,
meningkatkan prasarana dan sarana Pemerintahan, melaksanakan
pembangunan dan pembebasan wilayah terpencil, mendekatkan pelayanan
kepada masyarakat.
Berdasarkan seluruh analisa yang telah di uraikan, maka seluruh
persyaratan sudah terpenuhi dengan kategori sangat mampu. (dahlan)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: