Berita Madina


H. Syamsul Anwar Lubis, SE Jadikan Hidup ini Agar Bermamfaat bagi Orang Lain.

H. Syamsul Anwar Lubis, SE

Jadikan Hidup ini Agar Bermamfaat bagi Orang Lain.

Satu lagi sosok tua namun  energik yang dilantik menjadi anggota DPRD Madina tanggal 2 September lalu. Walaupun usianya paling tertua dari 40 anggota DPRD lainnya, namun semangatnya tetap membara. Setiap kita ajak bicara, apalagi bicara masalah politik, agama, organisasi dan kepentingan rakyat, sosok yang satu ini bercerita seakan-akan tidak ada habis-habisnya, beliau adalah H.  Syamsul Anwar Lubis.

Sebelum menjadi anggota DPRD Madina, hampir 35 tahun lebih beliau bertugas di bagian kehutanan. Sederatan jabatan pun sudah pernah di embannya, mulai dari Kepala Kehutanan Resort Muara Sipongi, Kepala Kehutanan Resort Kotanopan, Kepala Bagian Kehutanan Mandailing Natal, Padang Lawas, Tapanuli Utara, Kepala Seksi Kehutanan Tapanuli Tengah dan Nias, Kepala Bagian Kehutanan Barumun, Kepala Seksi Pembinaan Kehutanan X Langkat, dan terakhir tahun 2008 bertugas di UPT IV Padang Sidempuan. Sederetan pengalaman ini di harapkan nantinya membawa pencerahan di DPRD Madina sekaligus memberikan kontribusi positif untuk kepentingan masyarakat Madina.

Syamsul Anwar kecil dilahirkan di Kotanopan 57 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 09 Mei 1952 buah hati dari pasangan Alm. Bapak H. Muhammad Taher Lubis dan ibu Almarhumah Hj. Bidasari. Beliau dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, dan masa kecilnya dihabiskan di Kotanopan, tepatnya di desa Manambin. Di dalam keluarga, Syamsul Anwar Lubis  dan 4 saudaranya yang lain didik orangtuannya dengan penuh disiplin. Dalam diri mereka selalu di tanamkan sifat bekerja keras dan pantang menyerah serta  mengutamakan pendidikan, terutama pendidikan agama dan umum. Tidak mengherankan sampai saat ini didikan yang diberikan kedua orangtuanya sangat bermamfaat dan itulah yang dijadikan bekal dalam mengharungi kehidupan ini.

Setelah menammatkan pendidikannya di SMEA Kotanopan, Syamsul Anwar pun magang di Kantor Kehutanan Kotanopan, tahun 1974 beliau resmi di angkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kehutanan. Menjadi PNS awalnya bukanlah cita-citanya, tapi Allah mungkin berkehendak lain. “Awalnya saya ikut magang di Dinas Kehutanan karena kebaikan Kepala Kehutanan saat itu Bapak Chairuman Lase. Ketika itu karena himpitan ekonomi saya aktif dan rajin membantu orangtua. Hampir setiap hari saya bekerja membantu orangtua, baik ia di sawah sampai mengumpulkan batu untuk di jual.  Melihat itu, Bapak Chairuman Lase merasa iba yang kemudian mengajak saya ikut magang. Selama 3 tahun saya di tempa dan dibinanya sampai saya mejadi PNS”,  ujarnya.

Bergabung Dengan Partai Politik.

Setelah di angkat menjadi PNS, saya aktif bekerja dan tidak lama kemudian dipercayakan menjadi Kepala Resort Kehutanan Muara Sipongi. Seperti PNS-PNS lainnya, saya pun ditugaskan secara berpindah-pindah hampir di semua wilayah Sumatera Utara. Setelah mengabdi hampir 35 tahun, tahun 2008 saya pun pensiun.

Bergabung dengan partai politik secara resmi setelah pensiun tahun 2008 lalu. Namun sebelumnya, seperti PNS lainnya, setiap hari kita selalu bergaul dan sering tujar pikiran dengan orang-orang partai yang pada akhirnya membawa saya menjadi simpatisan partai seterusnya  masuk ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hubungan dengan PKS ini memang sudah lama terjalin, misalnya ketika saya bertugas di Langkat waktu itu Bupatinya Syamsul Arifin, SE (Gubernur Sekarang)  di antara kita sering bertukar pikiran dengan orang-orang PKS, seperti  Bapak Gatot Pujo Nugroho (Wakil Gubernur sekarang). Begitu juga waktu itu Pak Nurmahmudi Ismail (sekarang Walikota Depok) sering bercerita di lapangan tentang dakwah yang dilakukan PKS yang tanpa pamrih.

Selain itu, lanjut Syamsul Anwar, bergabungnya dengan PKS karena di latar belakangi  politik PKS yang mendahulukan kepentingan rakyat dari pada duniawi. Jadi seperti PKS, saya ingin mengabdi kepada masyarakat melalui politik dakwah. Saya ingin hidup ini lebih bermamfaatkan kepada orang lain. Puncaknya, beberap waktu lalu kita bekerja sama dengan PKS untuk membuka posko bencana alam di wilayah Kotanopan, dari situ hubungan dengan PKS secara emosional terus terjalin. Selanjutnya, tahun 2009 lalu, saya resmi menjadi caleg dari PKS dari Dapem II dengan nomor urut 3. Alhamdulillah, masyarkat Dapem II memberikan kepercayaan kepada saya untuk duduk menjadi wakilnya di DPRD Madina.

Terkait dengan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal selama 10 tahun ini, menurut Syamsul Anwar sudah banyak  dan hampir  mendekati dengan kabupaten lain. “Namun menurut kaca mata pribadi, saya melihat pembangunan yang dilaksanakan masih kurang menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pertanian dan perkebunan.  Program pemerintah, baik ia pusat maupun daerah memang sudah ada, namun sepertinya banyak tidak sampai kepada yang di hajatkan, lebih banyak dinikmati mereka yang bukan layak mendapatknnya.

Pendidikan misalnya, begitu banyak bantuan pemerintah, baik sarana infrastruktur, bantuan untuk siswa (BOS) dan lainnya tapi lebih banyak  di nikmati yang tidak berhak.  Bantuan infrastruktur dan-alat-alat yang menunjang proses belajar mengajar, mulai dari buku, Komputer, papan tulis dan bantuan lainnya lebih banyak di nikmati mereka yang menanganinya dari pada kebutuhan siswa. Sering terjadi mar up harga dalam pembelian sarana infrasturuktur ini. Jadi kehadiran BOS, dikhawatir  bisa menjadi lahan korupsi baru, bagi mereka-mereka yang menanganinya.

Begitu juga dengan pengadaan buku, hampir setiap  tahun judul buku dan pecetakan yang dipakai bertukar. Akibatnya, banyak buku yang tidak terpakai, artinya dalam pengadaan buku ini lebih banyak unsur bisnisnya dari pada kebutuhan siswa dalam proses belajar, begitu juga dengan pengadaan-pengadaan yang lain. Jadi sepertinya lebih penting bisnisnya dari pada mengejar meningkatkan kualitas pendidikan

Kemudian, sering terjadi di lembaga-lembaga pendidikan dan tenaga pendidiknya di komersialkan dan dipolitisasi untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Seharusnya itu tidak terjadi, guru tugasnya hanya mengajar dan  mendidik bukan di arahkan untuk politik praktis. Untuk lembaga pendidikannya misalnya seperti pendirian SMA Plus Madina yang telah di tetapkan di Kotanopan, namun karena polititasi lahan, maka di pindahkan ke Panyabungan. Padahal, sepengetahuan saya pendirian SMA Plus Madina itu di Kotanopan  melalu Sidang Paripurna DPRD, namun anehnya pindah begitu saja tanpa sidang Paripurna”, katanya.

Sedangkan masalah pertanian, untuk saat ini pemerintah perlu memprioritaskan perbaikan irigasi-irigasi yang masih bersifat tradisional. Sebab, akibat kerusakan irigasi ini kita perhatikan banyak di beberapa daerah yang lahannya tidak dipergunakan untuk persawahan atau keberadaan lahan itu sama sekali tidak termaksimalkan.  Penunjang pertanian lainnnya perlu dipersiapkan, mulai dari ketersediaan pupuk yang sampai saat ini masih tergolong susah sampai keperluan lainnya. Jangan seperti selama ini pemerintah sepertinya sering berkutat di lahan persawahan tradisional.

Terkait dengan pembukaan lahan sawah baru, lanjut Syamsul Anwar, pemerintah memang sudah melaksanakan, tapi sepertinya para petani belum bisa memaksimalkanya. Pembukaan Irigasi Batang Gadis dulunya sebenarnya termasuk pembukaan lahan sawah baru, tapi kalau kita perhatikan keberadaannya belum bisa termaksimalkan. Masih banyak lahan-lahan kosong yang belum tergarap, misalnya Rodang Tinopar di daerah Siabu yang kalau termamfaatkan secara baik tentunya akan sangat bermamfaat bagi kesejahteraan warga Madina.

Masalah perkebunan, untuk saat ini masyarakat perlu dirangsang untuk membuat peremajaan terhadap karet-karet tua. Sebab, selama ini karet-karet yang ada lebih banyak warisan dari kakek atau dari orangtuanya. Kalaupun ada peremajaan atau pembukaan perkebunan baru lebih bayak di lakukan pihak perusahaan atau petani-petani bedasi, bukan masyarakatnya.  Kemudian, untuk pemampaatan lahan kosong, pemerintah memang sudah melaksanakan, tapi yang menikmati bukan masyarakat tapu justru mereka para petani berdasi.

Kendala yang paling utama di masyarakat sekarang adalah menyempitnya lahan warga akibat TNBG dan Hutan Lindung. “Saya melihat dalam hal ini pemerintah terlalu tergesa-gesa menetapkan wilaya hutan lindung tanpa sepengetahuan masyarakat sehingga banyal tanah-tanah masyarakat  yang terambil. Saya kiranya keputusan membuat TNBG dan Hutan Lindung ini perlu di anclafe ( batasan perlu di tata kembali) agar tanah-tanah masyarakat yang sudah masuk wilayah TNBG atau hutan lindung dikembalikan”, ujarnya. (Lokot Lubis)

BIO DATA

Nama                          : H. Syamsul Anwar Lubis

T/Tgl.Lahir                  : Kotanopan, 09-Mei 1952.

Alamat                        : Jl. Perintis Kemerdekaan No.18,Hutabaringin-Kotanopan

Pendidikan                :- SD 01 Kotanopan               1965

–          SMPN Kotanopan                      1968

–          SMEA Kotanopan                       1971

–          S1. Fakultas Ekonomi UISU    1984

Nama isteri                : Hj. Siti Ana Nasution, AmPd

Anak                           : – Edi Anwar Lubis, SE                                            ( 29 Tahun)

– Lily Harmeni Lubis, SE                                        ( 28 Tahun)

– Muhammad Hendri  Parlindungan Lubis , ST (25  Tahun)

– Imam Rizky Anwar Lubis                         (16 Tahun)

Nama Orangtua         : Alm. H.Muhammad Taher Lubis

Alm. Hj, Bidasari

Pengalaman Kerja    : 1. Kepala Kehutanan Resort Muara Sipongi (1972-1974)

2. Kepala Kehutanan Resort Kotanopan  (1974-1978)

3. Kepala Kehutanan Resort Natal  (1978-1981)

4. Kepala Bagian Kehutanan Mandailing Natal (1981-1991)

5. Kepala Bagian Kehutanan Padang Lawas (1991-1994)

6. Kepala Bagian Kehutanan Tapanuli Utara (1994-1996)

7. Kepala Seksi Kehutanan tapanuli Tengah dan Nias

di Sibolga (1996-1998)

8. Kepala bagian  Kehutanan  Barumun di Sibuhuan (1998-2000)

9. Kepala Seksi Pembinaan Kehutanan X Langkat (2000-2001)

10. UPT IV Padang Sidempuan (2002-pensiun)

Pengalaman Berorganisasi :

  1. Ketua Organisasi Pwlajar Islam Kotanopan (1996-1988)
  2. Ketua HIPMA Langkat
  3. Ketua HIPMA Tapanuli Utara
  4. Ketua HIPMA Tapanuli Tengah

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: