Berita Madina


Gubsu di Ponpes Roihanul Jannah

DSCN0815

Jabatan Adalah Amanah, Bukan Kesombongan.

Maga – Rakyat Madani

“Jabatan adalah amanah, bukan suatu kesombongan. Jabatan bisa menjadi fitnah apalagi kalau kita tidak bisa menjalankan dan menjaganya. Untuk itu kami mengharapkan do’anya agar kami bisa menjalankan amanah ini sesuai dengan visi, misi yang sudah kami buat dan tentunya juga sesuai dengan undang-undang yang berlaku” ujar Gubernur Sumatera Utara, H Syamsul Arifin, SE saat menghadiri wisudwan/wisudawati santri/santria Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (30/06).

Gubernur melanjutkan, “ Tugas utama kita saat ini adalah mengimankan orang Islam. Kepada santri/santria yang baru di wisuda agar mengikuti jejak guru-guru yang menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Ananda bukanlah seperti orang kebanyakan, kalau orang kebanyakan shalatnya hanya 5, tapi santri harus bisa menjadi 7. Santri harus ada perbedaan dari orang kebanyakan. Mari kita hilangkan penyakit hati dengan dzikrullah, kemudian kita juga harus mengingat Rasulullah dengan mengamalkan ajarannya dan menjauhi larangannya”, ujarnya Gubsu.

Gubsu juga berpesan kepada warga yang hadir agar jangan takut memasukkan anaknya ke Pesantren. Sebab, belakangan ini tantangan Islam semakin banyak, jadi ini harus kita sahuti. Pondok pesantren sudah banyak mencetak orang-orang terhormat, baik ia di posisi pemerintahan maupun di posisi yang lainnya, misalnya H. Adam Malik dengan ridha Allah bisa menjadi menteri”, katanya.

Di pesantren ini Gubernur dan rombongan di sambut ribuan orang yang terdiri dari orang tua siswa, ustadz dan ustadzah, masyarakat dan lainnya. Di kesempatan ini juga Gubernur memberikan bantuan sebesar Rp. 50 juta untuk pembangunan Pondok Pesantren Roihanul Jannah. Gubsu juga berpesan agar bantaun ini dapat di mamfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan Mudir Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Syekh Abdul Malik Roihan Rangkuti mengatakan, “ Wisuda yang dilaksanakan ini adalah wisuda yang kedua sejak didirikan Ponpes tahun 2000 lalu dengan jumlah santri yang di wisuda sebanyak Tujuh puluh santri/santriwati. Tahun ajaran sebelumnya Ponpes ini juga telah mewisuda 65 orang santri/santriwati yang juga dihadiri Wagubsu Gatot Pujo Nugroho”. Diceritakannya, sejarah berdirinya Ponpes ini lakukan setelah pulang dari tanah suci (Arab Saudi) Mekkah setelah bermukim disana selama dua puluh tahun. Di situlah muncul perencanaan pembangunan gedung sekolah untuk memberikan pendidikan agama (Salafiah) walau dengan sarana infrastruktur yang sangat sederhana.

“Awalnya Ponpes ini di buka dengan jumlah santri 203 santri/santriwati, setelah Sembilan tahun berjalan santrinya sekarang mencapai 1200 yang datang dari berbagai provinsi, seperti Sumatera Barat, NAD, Jambi, Pekanbaru juga dari daerah Madina sendiri. Berbagai guru dan Ustadz kita rekrut baik alumni dari luar dan dalam negeri untuk menjadi tenaga guru di Ponpes ini. Di sini juga terdapat Taman kanak-kanak, Madarasah Tsanawiyah Swasta dan Aliayah selain pendidikan Salafiah yang bergerak di bidang agama. (Lokot Lubis/ Henri)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: