Berita Madina


Geliat Perpustakaan Madina Dalam Mencerdaskan Anak Bangsa.

Perpustakaan IKakan Perpusatakaan, Miswaruddin

PANYABUNGAN-RAKYAT MADANI.

“ Ingin punya teman setia, carilah buku. Ingin punya pacar setia, carilah buku. Buku selalu siap menemani kita dalam waktu suka dam duka”.

Apakah Anda pernah mendengar Kantor Perpustakaan dan  Arsip Derah Mandailing Natal ?. Sudah berapa kalikah anda berkunjung  ke sana ?.  Sekedar pemberitahuan, untuk mencerdaskan kehidupan warga Madina melalui budaya membaca, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mulai beberapa tahun lalu telah mendirikan Kantor Perpustakaan Madina, tempatnya di Belakang Kantor Dinas Pendidikan Madina atau di dekat RSU panyabungan.

Awalnya, perpusatakaan ini terdapat di bagian kesekretariatan Pemkab Madina. Namun seiring berjalannya waktu, status Perpustakaan ini berubah dari bagian menjadi kantor, kemudian belakangan ini namanya di tambah lagi dengan arsip daerah.

Kepala Kantor Perpusatakaan dan Arsip Daerah Madina  Miswaruddin, SH, MM di dampingi Kasi Arsip, Mirwan Ba mengatakan, “ Untuk mencerdaskan kehidupan warga di Mandailing Natal melalui budaya membaca kita tetap memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat. Saat ini upaya yang dilakukan, mulai dari melengkapi sarana buku-buku di perpusatakaan, majalah, koran dan buku lainnya”.

Miswaruddin menambahkan, “ Saat ini kita mempunyai 5437 lebih judul buku dan 27670 eks buku. Kalau di bandingkan dengan Perpustakaan di daerah lain, memang perpustakaan ini masih banyak kekurangan buku dan bahan bacaan lainnya. Tapi secara bertahap nanti akan kita penuhi, terutama buku-buku Ensiklopedi, pertanian, sejarah, bahasa dan  buku ilmu pengetahuan lainnya yang paling digemari pembaca.  Buku diperpustakaan ini bersumber dari APBD Madina dan bantuan APBD Provinsi. Sedangkan  sumbangan pihak ke tiga memang sangat jarang, walaupun begitu kita tetap menerima sumbangan pihak ketiga kalau memang ada yang memberikan”, ujarnya.

Sedangkan kalau kita buat persentase yang paling banyak berkunjung keperpustakaan ini adalah dari kalangan mahasiswa, siswa dan pekerja kantor. Walaupun begitu, secara menyeluruh, minat baca warga Madina sudah tergolong tinggi. Upaya untuk memperkenalkan perpustakaan ini juga sudah kita lakukan, baik ia melalui sosialisasi sampai kepada perpustakaan keliling. Seperti tahun ini kita sudah melaksanakan sosialisasi di lima kecamatan terkait dengan keberadaan perpusatakaan ini dan cara peminjaman buku di perpusatkaan.

Terkait dengan peminjaman buku, seperti perpusatakaan lainnya, kita melakukan sistem kartu anggota. Artinya, setiap orang yang masuk menjadi anggota perpustakaan bisa memimjam buku untuk di bawa pulang kerumah sampai beberapa hari. Sedangkan bagi yang belum masuk anggota, silakan meminjam buku tapi tidak boleh di bawa pulang, dengan artian di baca di ruang perpustakaan.

Perpustakaan Keliling  dan Kecamatan

Untuk menumbuhkan minat baca warga Madina, kita juga sedang menggalakkan perpustakaan keliling yang sasarannya ke sekolah-sekolah. Pada hari-hari tertentu tiga kali dalam seminggu, pengawai perpustakaan mendatangi sekolah-sekolah yang ada di kawasan Madina. Para siswa atau guru yang ingin membaca diperbolehkan, sampai saat ini kita sudah melaksanakan di beberapa sekolah di wilayah Mandailing Natal, kata Miswaruddin.

Untuk penunjang Perpustakaan keliling ini kita dapat bantuan dari pusat berupa dua unit mobil, namun sampai saat ini baru satu yang bisa kita operasikan. Melihat kultur dan geografis Mandailing Natal agar perpustakaan keliling ini berjalan dengan lancar dengan dua unit mobil memang masih kurang. Sebab, kalau kita perhatikan daerah-daerah Mandailing Natal lokasinya sangat berjauhan, apalagi  ke daerah Pantai Barat. Idealnya, mobil pustaka keliling ini adalah satu dalam satu kecamatan, seperti Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki 12 mobil perpustakaan keliling. Untuk konteks Madina karena masih baru  jumlah tidak harus sebegitu banyak, tapi alangkah baiknya kalau mobil pustakaan ini ada tiga unit di Mandailing Natal”, ujarnya.

Selain perpustakaan keliling, lanjut Miswaruddin, Kita juga sedang berupaya membuat atau menggalakkan perpustakaan di tingkat Kecamatan dan Desa. Untuk tingkat kecamatan, kita baru adaa dua perpustakaan, yaitu di Siabu dan Natal, itupun statusnya masih menumpang di kantor Camat setempat. Sedangkan perpustakaan yang ada di Kotanopan telah dialihkan untuk perpustakaan SMA Plus Madina.

Untuk perpustakaan kecamatan ini memang kita punya kendala, yaitu masalah tempat dan sarana lainnya. Namun kedepan, baik ia perpustakaan kecamatan dan perpustakaan desa akan kita upayakan agar setiap kecamatan itu punya satu perpusatakaan. Untuk perpustakaan desa memang sudah kita mulai, program ini kita laksanakan melalui Desa Binaan Program PKK. Untuk menunjang ini, tahun 2008 lalu, Perpustakaan Provinsi telah memberikan bantuan perpustakaan kepada 20 desa. Sedangkan bantuan dari Perpusatakaan Madina  berupa buku-buku sekolah  dan buku untuk Masjid.

Kendala

“Sebagai perpusatakaan yang baru, ditambah lagi bergabungnya Arsip Daerah otomatis kendala-kendala yang di hadapi sangat banyak, ujar Miswaruddin. Mulai dari tempat perpustakaan yang terlalu kecil dan tidak memadai sampai kepada sarana dan buku yang masih kekurangan.

Masalah tempat misalnya, perpustakaan kita ini memang tergolong kecil, apalagi di tambah dengan ruangan arsip daerah. Karena ruangan belum memadai, kita terkendala memasang rak-rak buku secara rapi dan berurutan. Belum lagi ruangan baca yang terlalu kecil, seharusnya ruangan baca ini tersendiri dan perlu pemisahan antara pembaca anak-anak, remaja dan dewasa. Selain itu, untuk menjadikan pembaca nyaman seharusnya ruangan itu ber AC dan jauh dari hiruk pikuk dan kegiatan yang menganggu lainnya.

Kemudian, rak buku juga harus tersusun dengan rapi sesuai dengan judul, nomor buku dan usia pembaca. Sampai saat ini masih banyak buku-buku yang belum terpajang, padahal kita sudah memakai ruangan petugas perpustakaan sebagai tempat memajang rak-rak buku. Idealnya, bagunan perpustakaan itu dua atau tiga tingkat, di bawah tempat rak buku, ruangan kedua di atas tempat membaca. Tapi kedepan nanti kita yakin Pemkab Madina akan membuat standar ruangan yang pas untuk perpustakaan.

Kendala lain, dengan bergabungnya Arsip Daerah maka kita juga kelabakan menyimpan arsip-arsip daerah nantinya. Sebab, kalau arsip daerah ini sudah berfungsi kita yakin ruangan ini nanti akan  penuh dikarenakan semua arsip daerah akan di simpan disini. Kemudian satu lagi masalah keamanan, yang namanya arsip daerah perlu pengamanan, jadi seharusnya kita harus menempatkan penjaga kantor di sini”, jelas Miswaruddin.

Kendala lain adalah minimnya buku bacaan, kita paham memang perpustakaan daerah ini baru beberapa tahun berdiri, jadi wajarsaja bahan buku bacaan masih kurang. Apalagi dari segi pendanaan pembelian buku hanya bersumber dari APBD dan sumbangan dari APBD Provinsi dan Pusat. Sedangkan sumbangan dari pihak ketiga boleh dikatakan tidak ada sama sekali. Jadi harapan kita kepada pihak ketiga yang ingin menyumbangkan buku  perpusatakaan Madina siap menerimanya. Begitu juga kedepan, secara perlahan namun pasti, kita yakin Pemkab Madina akan memenuhi kekurangan buku ini”, ujarnya.

Terkait dengan program pembuatan perpustakaan di setiap kecamatan, kita memang punya kendala masalah tempat dan anggaran. Begitu juga dengan perpustakaan di setiap desa. Walaupun  begitu kita akan tetap berupaya  agar perpustakaan kecamatan dan desa ini bisa terbentuk  beberapa tahun kedepan nantinya.

Terakhir sekali Miswaruddin mengharapkan kepedulian semua pihak agar perpusatkaan ini berjalan sebagaimana mestinya. Khususnya warga Mandailing Natal, bagi yang ingin membaca dan meminjam buku di persilakan datang ke kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah. Kita akan siap melayani masyarakat yang ingin meminjam buku”, katanya. (Lokot Lubis).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: