Berita Madina


Drs. Musaddad Daulay, MM, Terpilih Menjadi Ketua PGRI Madina.

pgri(2)

Panyabungan –  Rakyat Madani

Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal, Drs. Musaddad Daulay, MM, terpilih menjadi Ketua Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Kabupaten Mandailing Natal masa bakti 2009-2014 dalam Konferensi Kabupaten Luar Biasa (Konkablub) di Convention Hall Hotel Payaloting, Panyabungan, Senin (10/08).

Dalam konferensi itu di hadiri 320 orang guru yang merupakan perwakilan maupun utusan 6.966 guru yang terdapat di Madina. Para perwakilan guru ini melakukan pesta demokrasi untuk menghasilkan suatu keputusan yang dinamis, solid, kreatif, kompetitif serta bermamfaat bagi kelangsungan hidup guru-guru di Madina”.

Dalam acara Konkablub tersebut turut dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI Jakarta Drs Giat Suarno, Ketua Pelaksana PGRI Sumatera Utara Drs Abdur Rahman yang tergabung dalam Tim 7 PGRI Sumatera Utara, Unsur Muspida, juga Guru-guru yang tergabung dalam Asosiasi PGRI Kabupaten Mandailing Natal.

Drs. Musaddad Daulay, MM dalam sambutannya mengatakan, “Dirinya terpilih menjadi Ketua PGRI untuk masa bakti lima tahun kedepan merupakan bukti kepercayaan dari seluruh anggota PGRI Kabupaten Mandailing Natal. Untuk itu saya ucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang diberikan ini”.

Sedangkan Bupati Mandailing Natal H. Amru Daulay dalam sambutannya mengatakan, “Bahwa Guru selama ini dipandang dan dipahami sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang mengakibatkan persepsi masyarakat terhadap guru selama ini kurang dihargai secara optimal. Sekarang dan kedepan Guru telah dipandang sebagai pekerja profesional yang diukur berdasarkan kinerja melalui sertifikasi dan dihargai sesuai dengan kinerja masing-masing baik melalui penggajian struktural maupun penggajian fungsional ditambah lagi pemberian insentif menurut urgensi dan kebutuhan masing masing guru,” katanya.

Untuk itu, propesi guru saat ini telah menjadi profesi yang sangat menggiurkan dan menarik serta favorit, khususnya dikalangan masyarakat, hal ini terbukti baru baru ini telah dilaksanakan analisis responden pada survei nasional terhadap 10 jenis pekerjaan yang favorit di Indonesia termasuk didalamnya Presiden, Pengusaha, Pegawai Negeri Sikpil (PNS), TNI/Polri, Guru, Wiraswasta, Pengacara, Hakim, Dokter dan Tekhnokrat.

“ Dari hasil poling tersebut responden Nasional telah menempatkan profesi Guru pada urutan ke 2 (dua) dari pekerjaan yang sangat diminati dan difavoritkan oleh masyarakat Indonesia. Pekerjaan sebagai dokter mendapat urutan pertama sedangkan pada urutan terakhir ditempati oleh pekerjaan sebagai pengacara dan hakim sedangkan untuk menjadi peresiden masih dalam urutan ke empat,” katanya.

Sampai saat ini jumlah guru di Kabupaten Mandailing Natal  mencapai 6.966 orang, dimana jumlah tersebut terdiri dari PNS sebanyak 4.333 orang sedangkan tenaga Kerja Suka Rela (TKS) dan Guru Honor Komite sebanyak 2.833 orang yang tersebar di seluruh Kabupaten Mandailing Natal mulai dari pelosok sampai ke Kota Panyabungan ini.

“ Maka untuk itu eksistensi guru fungsi dan perannya dipandang penting dalam mencetak dan menyiapkan generasi muda bangsa yang unggul dan kompetitif, cerdas dan aflikatif yang merupakan cita-cita yang tidak bisa di tawar-tawar. Kedepan, kualitas guru untuk mempersiapkan lulusan-lulusan anak didik yang cerdas berakhlakul karimah dan memiliki kemandirian dan tanggung jawab tehadap masa depan bangsa ini telah menjadi tanggung jawab saudara-saudara secara kelembagaan maupun secara individual,” katanya Bupati.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah terhadap seluruh jenjang pendidikan mulai dari Play Grup, PAUD TK, SD, SMP, SMA, SMK, SMA Plus dan Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal tidak lain hanya bertujuan untuk dapat mengejar target-target tersebut, baik dalam aspek peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas atau mutu Guru, kualitas atau mutu lulusannya serta peningkatan sarana dan perasarana pendidikan juga manajemen tata kelola pendidikan secara transparan dan akuntabel dalam menunjang efektifitas proses belajar mengajar yang memenuhi standar Nasional maupun Internasional telah menjadi prioritas utama dalam pembangunan sector Pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal ini.

“ Untuk itu, lanjut Bupati,  paradigma baru tentang Grend Desaign, Gren Strategi maupun blue print pembangunan kependidikan kita yang mengacu pada pedoman dan peraturan perundang-undangan yang berlaku antara lain UUD Tahun 1945 pasal 31, UU No 20 Tahun 2003 tentang standar nasional pendidikan, Instruksi Presiden No 5 Tahun 2006 tentang gerakan nasional percepatan pemberantasan wajib belajar sembilan tahun, Permendiknas No 16 Tahun 2007 tentang standart kualifikasi akademik dan kompetensi Guru dan Permendiknas No 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi Guru dalam jabatan,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga Bupati Madina H Amru Daulay mengatakan, bahwa seluruh jajaran PGRI Kabupaten Mandailing Natal agar dalam menghadapi persoalan-persoalan daerah kedepan nantinya diharapkanya agar PGRI dapat mencermati dan menempatkan posisi strategis PGRI secara professional. Dalam arti kata bahwa PGRI sebagai wadah Guru dituntut untuk tidak terlibat dan terjebak pada hal-hal yang bersipat politik praktis, karena hal itu akan menyulitkan para Guru di kemudian hari baik secara kelembagaan maupun secara perorangan,” harapnya. (Henri Pulungan)

Susunan Struktur PGRI Madina Priode 2009-2014.

Ketua                                                                : Drs, Musaddad Daulay,MM

Wakil Ketua                                                       : Herman

Wakil Ketua                                                       : Dahler Lubis,

Sekretaris                                                        : Naek Dongoran

Wakil Sekretaris                                                : Sohailuddin,

Bendahara                                                        : HM Rifai

Wakil Bendahara                                              : Ikhwan Efendi.

Ketua Bidang Organisasi                                   :  M.Husin,

Ketenagaan dan Kesejahteraan                          :  Imron Lubis,

Informasi dan Komunikasi                                  : Siti Asni,

Litbang                                                            : M Yatim Batubara,

Diklat                                                                : Hj Siti Aisyah,

Hubungan dan Kerjasama Antar Lembaga          : Saidirman,

Pembinaan Karir dan Profesi                              : Hj. Mariati Harahap.

Ketua Bidang Kerohanian                                  : H.Abdul Karim, Spd,

Pemberdayaan Perempuan

Pengembangan Kesenian                                :  Hj Nirwana Elita,

Kebudayaan dan Olahraga                                 : Nur Elly Lubis, Spd,

Pengabdian Masyarakat                                    :  Drs Sulhan Rangkuti

Bidang Advokasi dan Perlindungan Hukum       : Amrullah, S.Ag.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: