Berita Madina


Banjir Bandang di Madina, 5 Rumah Hanyut 19 Porak Poranda

Batang Natal, Rakyat Madani

banjir4banjir2banjir3

Akibat hujan deras selama 2 jam lebih yang mengguyur Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (26/8) sore membuat Aek Siais yang bermuara ke Sungai Batang Natal mengamuk dan menghanyutkan 5 buah rumah dan memporak porandakan 19 rumah warga 4 buah musollah dan satu unit sekolah dasar negeri di Desa Bulu Soma. Namun tidak mengakibatkan korban jiwa. Kepala Desa Bulu Soma, Samsir Lubis yang berada di lokasi ketika terjadi banjir bandang tersebut menuturkan, kejadian tersebut hanya berlangsung 20 menit sehingga warga yang berada didalam rumah langsung berhamburan mencari dataran tinggi dan seketika itu pula kita langsung memukul beduk dan sirene pertanda adanya bahaya yang mengancam jiwa manusia. “ Evakuasi warga langsung kita lakukan bersama dengan kaum laki-laki yang ada di desa ini demi untuk menyelamatkan jiwa manusia tanpa memikirkan harta benda sebab bajir bandang tersebut sangat besar dan berlangsung sangat cepat sebab sungai yang mengamuk tersebut disertai oleh batang pohon yang menghantam pemukiman warga yang berada di pinggir sungai Batang Natal tersebut,” katanya. Menurutnya, air tersebut tertahan oleh bendungan yang berada di hulu Aek Sipalis sehingga pengumpulan air tersebut yang semakin besar membuat bendungan swadaya masyarakat tersebut runtuh sehingga air tersebut mengahancurkan rumah warga yang berada di pinggir sungai. “ Hingga saat ini desa tersebut masih mencekam akibat dari guyuran hujan yang masih turun membuat warga trauma akan banjir bandang yang akan menyusul sehingga warga masih siap siaga dan membuat fosko siaga,” sebutanya. Dikatakannya, selai kerusakan rumah warga sarana infrastrukstur lain juga banyak yang hancur seperti sarana air bersih, bendungan yang mengairi puluhan hectare sawah warga juga dua jembatan gantung yang putus ditambah dengan jaringan listrik yang samapai saat ini masih mati akibat dari tali listri terutus aibat dari banyaknya pohon yang tumbang. “ Sarana penunjang kehidupan masyarakat ini harus segera menjadi perhatian pemerintah demi untuk kelangsungan hidup warga sebab sarana air bersih dan listrik ini sangat dibutuhkan oleh warga,” sebutnya. Kepdes juga mengatakan, kalau bantuan medis juga harus stanbay di lokasi ini demi untuk melakukan antisipasi penyakit yang menimpa masyarakat akibat dari berbagai sarana rumah dan air yang tidak sempurna. “ Selain sarana air bersih dan listrik, buldoser juga harus di stanbaykan di daerah ini, Karena desa yang berada di sepanjang pingir pegunungan sudah diancam oleh longsor. Agar tidak terputus jalan propinsi yang menghubungkan Ibu Kota Panyabungan dengan daerah Pantai Barat Madina ini sudah banyak terlihat longsor kecir akibat dari derasnya hujan termasuk di desa ini,” katanya. Camat Batang Natal Syamsir, S.Sos, di dampingi Kapolsek Batang Natal, Syahril Daulay saat di komfirmasi di lapangan mengatakan, banjir Bandang di desa Bulusoma ini mulai datang sekitar pukul 4.30 setelah sebelumnmya daerah ini sempat di guyur hujan deras selama dua jam lebih. Sedangkan pertolongan pertama, lanjut Syamsir, bagi warga yang rusak dan hanyut rumahnya untuk sementara kita ungsikan di rumah tetangga atau di rumah penduduk yang di anggap aman. Dari pihak Muspika dan Muspida juga telah membuat posko kesehataan dan mengadakan pendataan berapa jumlah korban dan harta. Kemudian, informasi yang kita terima Pemkab Madina akan mendirikan tenda-tenda sementara bagi warga yang rumahnya rusak diterjang banjir banding”, jelasnya. Selain menghanyutkan rumah, banjir bandang ini juga meruntuhkan sebagian badan jalan utama penghubung antara Kayu Laut dan Natal. “Di beberapa tempat sebagian badan jalan sudah lonsor, bahkan Beronjong di desa Torlola sepanjang 50 meter sudah hanyut. Walaupun tidak sempat memutuskan hubungan Panyabungan-Natal, namun dengan kondisi jalan yang tertimpa longsor dan sebagian badan jalan juga anjlok sangat menganngu pengguna jalan”, ujar Camat. Tokoh masyarakat Pantai Barat Drs. Ahmad Sofyan berharap, agar kiranya Dinas Jalan dan Jembatan Provinsi segera memperbaiki badan jalan yang tertimpa longsor dan anjlok. “Apalagi hari raya Idul Fitri semakin dekat, otomatis kenderaan yang lewat semakin padat. Sangat di khawatirkan dengan kondisi jalan seperti ini akan mengundang bahaya bagi pengguna jalan”, ujarnya. Sementara Bupati Madina, H Amru Daulay SH yang langsung meninjau lokasi, menuturkan, ikut berduka dalam musibah yang menimpa warga di bulan yang penuh dengan rahmat ini. Selain melakukan inventarisasi terhadap kerugian yang diperkirakan 4 milliar tersebut, Pemda Madina juga memberikan bantuan sembako untuk meringankan musibah yang dialami oleh warga. “ 1,1 ton beras kita berikan ditambah dengan uang lauk pauk Rp 52.000 per KK selama satu minggu dan pembekalan rumah sebesar Rp 3 juta terhadap yang hanyut dan Rp 2 juta bagi keluarga yang rusak berat,” ujar Bupati. (Hendri-Lokot Lubis)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: