Berita Madina


Profil AS. Imran Khaitamy Daulay, SH.

As. Imran Khaitamy Daulay, SH.

As Imran Khaitamy Daulay, SH yang akrab dipanggil “Imran”, adalah sosok tokoh muda yang tidak pernah lepas dari pergelutan organisasi kepemudaan, organisasi kebangsaan dan keagamaan serta partai Golongan Karya (GOLKAR). As Imran Khaitamy Daulay, berasal keluarga bersahaja dan sederhana. Beliau lahir di Bulumario seberang sungai Batanggadis tanggal 31 Maret 1966, Anak sulung dari 4 bersaudara buah pernikahan dari pasangan Fakhruddin Daulay seorang guru dan Nurhanifah Lubis (almarhumah tahun 2007).

Sebagai anak yang terlahir dan dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, sudah barang tentu masa kecilnya tidak terlalu membahagiakan. Usia anak-anak dan remajanya dilalui dengan kepahitan dan kegetiran. Untuk sekedar membantu beban orang tua, baginya tidak tabu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak banyak dilakukan anak seusianya. Mulai dari menjajakan es, menjadi pelayan warung nasi atau pelayan toko. Kehidupan keras yang dilewatinya itu, telah turut mewarnai watak dan mentalitasnya menjadi sosok yang menebar optimisme serta corak berfikir yang sistematis.

Tahun 1994, Imran resmi mempersunting seorang gadis desa bernama Dra. Masrayani Siregar, bergelut didunia pendidikan dan sekarang ditugaskan mendidik anak bangsa di SMA Negeri 1 Panyabungan. Dikaruniai 2 (dua) orang anak, Rusyda Nurul Fajri Daulay duduk dikelas VIII SMP Negeri 1 Panyabungan dan Immawan Qori Tamimy Daulay, kelas VII di SMP Negeri yang sama.

Segudang liku-liku pengalaman hidup dalam berorganisasi telah beliau lalui, semisal di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Putra Bangsa, LP3M Koperasi G-17, Jurnalis di Radar Medan (Jawa Pos Group), Portibi DNP yang kemudian menghantarnya ke posisi Ketua Presidium Pusat Ikatan Jurnalis Madani (IJM) salah satu organisasi profesi Pers yang hidup dan berkembang di Mandailing Natal.

Berbekal pengalamannya berorganisasi, beliaupun bergabung dengan Partai Politik yang saat itu pilihannya jatuh kepada Partai Golkar. Kehadirannya dalam dunia politik cukup diperhitungkan. Sederetan posisi penting di partai pun di pikulkan kepundaknya. Begitu juga dilembaga Legislatif, Imran langsung dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar, dan terakhir diberi amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal sekaligus sebagai koordinator Panitia Anggaran. Bahkan hingga tulisan ini dibuat, dipundaknya juga sedang dipikulkan beban sebagai pelaksana Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal.

Imran juga aktif dalam organisasi sejak masih pelajar. Tahun 1990-an adalah tahun mulai mengorbitnya sebagai orang organisatoris. Tercatat sejumlah posisi dan jabatan organisasi yang diembannya seperti ketua umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tapanuli Selatan, Wakil DPD KNPI Tapanuli Selatan, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Sekretaris Wira Karya Indonesia Kabupaten Madina, Sekretaris DPD Partai Golkar Madina, Ketua LSM Pusat Study Regional dan Pengembangan Masyarakat (Putra Bangsa), Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Karang Taruna Kabupaten Madina dan sekretaris Pinpinan Daerah Muhammadiyah Mandailing Natal. Kiprah aktivitasnya didunia kepemudaan menunjukkan adanya historis perjalanan Imran yang begitu panjang dengan berbagai kontribusi yang disumbangkan pada masanya.

As Imran Khaitamy Daulay juga merupakan salah seorang tokoh yang konsisten memberikan pengabdian kepada Golkar semenjak orde Baru dan selama orde Reformasi bergulir hingga saat ini. Imran memulai karir politik benar-benar mulai dari bawah, meniti dari organisasi karya dan kekaryaan. Selama di Golkar, As Imran Khaitamy termasuk tokoh yang tegas dalam bersikap. Sejak dulu sebelum masa reformasi Imran sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan kritikan yang bernada “keras” meminta agar pemerintah serius melakukan pembersihan pemerintahan dari berbagai kegiatan korupsi dan kolusi yang dapat merugikan bangsa.

Konsistensi Imran juga terlihat pada Partai Golkar, organisasi politik yang ditekuninya semenjak masih muda. Walaupun mendapat tekanan dan hujatan dari berbagai arah, namun beliau tidak mundur dan putus asa. Baginya tekanan dan hambatan dijadikan sebagai bunga-bunga perjuangan yang musti dicarikan solusinya. Ketika gelombang reformasi yang bergerak bagai air bah yang telah meruntuhkan Orde Baru, Imran telah ikut memposisikan Golkar menjadi Partai yang tidak pernah lepas dari hujatan dan cemoohan berbagai kalangan yang memang sejak lama telah “anti Golkar”. Tapi Imran memilih untuk tegar dan konsisten pada partainya dan pada apa yang menjadi plafon perjuangan partai Golkar, sembari ikut melakukan pembaharuan di Partai Golkar di tingkat daerah. Beliau juga tidak mengikuti gelombang eksodus (pindah partai) seperti yang dilakukan banyak kader Golkar.

Selain Organisasi kemasyarakatan dan politik, Imran juga aktif dalam aktifitas bisnis. Ia pernah menjabat Wakil Sekretaris GAPENSI Mandailimg Natal, begitu juga di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Mandailing Natal. As Imran Khaitamy Daulay memang terlahir untuk organisasi dan untuk orang banyak. Bahkan sewaktu masih dibangku kuliah telah menceburkan diri dalam sebuah program pengembangan bisnis kecil yakni Small Busines Servisce (SBS) Pilot Project kerja sama Lembaga Studi Pembangunan ( LSP) Jakarta dan Bank Dunia (IBRD) untuk wilayah Tapanuli dan Nias.

Di lembaga DPRD Kabupaten Mandailing Natal , kehadiran Imran sebagai Wakil Ketua /Pelaksana Tugas Ketua DPRD, dalam pandangan banyak kalangan telah membawa aroma sejuk. Mobilisasi tugas-tugas pokok dan fungsi DPRD, relatif berjalan dengan baik. Semua alat-alat kelengkapan DPRD seperti komisi- komisi , Badan Kehormatan DPRD maupun Panitia Musyawarah, Panitia Anggaran dan Panitia Legislasi berjalan secara dinamis.

Bercermin pada diri sosok As Imran Khaitamy Daulay, SH yang gigih memperjuangkan aspirasi masyarakat, ditemukan kenyataan bahwa segala apa yang dilakukan Imran terhadap masyarakat Mandailing Natal ternyata bukan sekedar untuk prestasi dirinya sendiri. Lebih dari itu, apa yang dilakukannya mencerminkan bahwa beliau salah satu tokoh yang ikut mempersiapkan masa depan untuk masyarakat Mandailing Natal, mempersiapkan Madina yang maju, modern dan mandiri menghadapi tantangan di depan yang sudah pasti akan semakin besar dan semakin berat.

As Imran yang dikenal sangat vokal, beliau menilai bahwa perkembangan Kabupaten Mandailing Natal hingga saat ini telah banyak mengalami kemajuan dan kalau dilihat dari sisi pembangunan sudah komitmen bersama untuk mewujudkan visi dan misi dalam rangka mengkristalkan obsesi dan angan-angan untuk memprioritaskan 4 sektor pembangunan, yakni pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan infrastruktur.

“Memang, Kabupaten Mandailing Natal merupakan daerah agraris sehingga sektor pertanian sangat perlu untuk digalakkan dan memang sudah banyak dilakukan terobosan-terobosan, baik itu sarana dan prasarana, apalagi untuk mendongkrak perekonomian masyarakat telah dibuka jalan ke pelosok”, ujarnya.

Politisi dari Golkar ini juga melihat bahwa kedepan program-program pembangunan 4 sektor itu harus tetap menjadi prioritas karena masih banyak daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan, seperti bidang pertanian yang masih kurang maksimal, padahal Kabupaten Mandailing Natal berupaya mencapai surplus pada daerahnya. Untuk memaksimalkan hasil pertanian tersebut kita harus mencari solusi terbaik agar pertanian tersebut dapat dimaksimalkan.

“Kalau berbicara masalah kesehatan di Kabupaten Mandailing Natal, As Imran mengatakan sudah ada terobosan yang dilakukan yakni dengan berobat gratis di Puskesmas, namun kedepan perlu formula baru yang harus dikaji agar pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan. Untuk Rumah Sakit Umum Panyabungan, walaupun berat dirasa dalam rangka peningkatan typenya tapi pelayanan khususnya terhadap masyarakat perlu ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman dalam perobatan, demikian juga halnya dengan Rumah Sakit Natal””, ujarnya.

Ketika disinggung tentang agenda pembangunan yang belum terlaksana, As Imran dengan gamblang mengatakan bahwa agenda-agenda pembangunan yang belum selesai agar kedepan segera dituntaskan sehingga tidak menjadi kendala terhadap hajat hidup masyarakat Madina.

Lebih jauh politisi yang getol memperjuangkan aspirasi masyarakat ini mengatakan bahwa selama ini masih ada ditemukan beberapa kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan terutama menyangkut kwalitas pembangunan dan arah dibuatnya suatu proyek. Ini menjadi perhatian bersama agar kedepan lebih serius bagi pemerintah daerah untuk membenahi segenap program-program sehingga dalam proses pembangunan terjadi sinergitas antar sektor atau dengan kata lain ada kesinambungan antara pembangunan yang satu dengan pembangunan yang lainnya. Untuk itu peran serta Bappeda dalam rencana program pembangunan agar lebih disinergikan agar berdaya guna bagi masyarakat.

Dalam rangka peningkatan pembangunan hendaknya jangan hanya bertumpu pada DAK, retribusi dan pajak saja karena itu tidak mencukupi sehingga harus diupayakan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penggalian potensi-potensi daerah. Ada upaya-upaya sistematis yang dilakukan untuk peningkatan PAD, seperti dari peningkatan perkebunan, BUMD dan dari Pasar serta sektor lainnya yang dikelola dengan baik. Disamping itu diperlukannya ketegasan pemerintah dalam proses perizinan terhadap beberapa usaha-usaha seperti perkebunan dan pertambangan yang menguasai hajat hidup orang banyak.

As Imran juga mengungkapkan bahwa masyarakat juga harus memahami bahwa pemerintah mengalami keterbatasan dana dalam pembangunan dan kalau pembangunan itu belum tercapai agar masyarakat memakluminya dan kekurangan-kekurangan tersebut akan menjadi agenda untuk tahap pembangunan berikutnya.

Disinggung tentang anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal periode 2004-2009 ini, Imran mengajak agar anggota dewan bebar-benar mencurahkan perhatian kepada masyarakat, apabila ada kealpaan selama ini agar memperbaikinya di tengah-tengah masyarakat dan juga peranan alat kelengkapan dewan juga ditingkatkan karena ini sudah merupakan akhir periode sehingga masyarakat merasa aspirasinya tersahuti. (Syahrial)

Nama : As Imran Khaitamy Daulay, SH

Tempat/Tgl Lahir : Bulumario, 31 Maret 1966,

Pendidikan :

Alamat :

Jabatan : Wakil Ketua DPRD Madina

Nama Isteri : Dra. Masrayani Siregar.

Profesi : Guru di SMAN 1 Panyabungan

Anak : 1. Rusyda Nurul Fajri Daulay

2. Immawan Qori Tamimy Daulay

Nama Orangtua : Fakhruddin Daulay

Nurhanifah Lubis (almarhumah tahun 2007).

Pengalaman Berorganisasi :

  1. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tapanuli Selatan
  2. Wakil DPD KNPI Tapanuli Selatan.
  3. Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Tapanuli Selatan.
  4. Sekretaris Wira Karya Indonesia Kabupaten Madina.
  5. Sekretaris DPD Partai Golkar Madina.
  6. Ketua LSM Pusat Study Regional dan Pengembangan Masyarakat (Putra Bangsa).
  7. Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Karang Taruna Kabupaten Madina
  8. Sekretaris Pinpinan Daerah Muhammadiyah Mandailing Natal.
  9. LP3M Koperasi G-17.
  10. Ketua Presidium Pusat Ikatan Jurnalis Madani

Pekerjaan :

  1. Jurnalis di Radar Medan (Jawa Pos Group).
  2. Jurnalis Portibi DNP yang kemudian menghantarnya ke posisi Ketua Presidium Pusat Ikatan Jurnalis Madani
  3. Ketua Fraksi Golkar DPRD Madina
  4. Wakil Ketua DPRD Madina tahun 2004-2009.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: