Berita Madina


Andil Ponpes Subulussalam Mandailing Natal Dalam Mengusir Penjajah dari Bumi “Gordang Sembilan”..

DSCN1399

KOTANOPAN-RAKYAT MADANI.

“Pondok Pesantren Subulussalam yang terdapat di Sayurmaincat, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal mempunyai andil besar dalam mengusir penjajah dari bumi Gorang Sembilan (Madina). Pengurus Ponpes ketika itu banyak yang ditangkap Belanda kemudian di buang keluar sumatera”, ujar Ketua Yayasan Ponpes Subulussalam H. Endar Nasution, SH dalam kata  sambutannya saat acara Isra’ Mikraj  dan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan di Pondok Pesantren tersebut, Sabtu (15/08).

Masa kemerdekaan  Ponpes Subulusslam juga dijadikan markas TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Saat itu, pengurus, santri, guru-guru Ponpes Subulussalam mengadakan perlawanan terhadap penjajah Belanda.  Mereka ini mengadakan rapat dan musyawarah menentang kolonial Belanda di Ponpes Subulussalam. Namun gerakan ini tercium oleh Belanda, akhirnya beberapa pengurus dan guru Ponpes Subulussalam di panggil Asisten Residen ke Padang Sidempuan. Mereka di hadapkan kepada Demang bagian politik. Dari mulut Demang  saat itu sempat terlontar kata-kata, bahwa Ponpes Subulussalam adalah gudang politik. Sejak itu pemerintah Belanda  terus mengawasi kegiatan pengurus, santi dan gurunya.

Tidak berapa lama kemudian, Pemerintah Belanda menangkap lima orang pengurus Ponpes sekaligus warga desa Sayurmaincat, di antaranya Tinggi Lubis (di buang ke Digul – Irian Jaya), Yahya Malik Nasution (dibuang ke Digul – Irian Jaya), H. Alinafiyah Lubis (H. Mahals Lubis) di penjarakan di Suka Miskin-Jawa Barat, Makmur Lubis di buang ke Ternate dan Abdul Aziz di buang entah kemana. Walaupun terjadi pengkapan terhadap pengurus, namun santri-santri Subulussalam tetap meneruskan perjuangan kemerdekaan.

Pada tahun 1945 saat Proklamasi kemerdakaan RI, Ponpes Subulussalam kembali dijadikan Asrama TKR. Setelah asrama TKR di pindahkan, Ponpes Subulussalam di jadikan Asrama oleh Jawatan Sosial. Dan seterusnya, Ponpes Subulussalam dipergunakan tempat latihan Napindo. Kemudian tahun 1949, Ponpes Subulussalam kembali di buka dengan kepala sekolah H. Fahruddin Arjun Lubis.

Ponpes ini sudah banyak menghasilkan alumni-alumni yang cukup berhasil di kancah nasional dan internasional, mulai dari M. Yunan Nasution (Mantan Ketua Islamiyah Jakarta), Prof. Muktar Lintang (Guru Besar Universitas Kebangsaan Malaysia), KH. Ahmad Nasution (Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Mahkamah Syariah Sumut), Ikhsan Nasution (Mantan Kepala Depertemen Agama Bengkulu), Mayir (Purn) Aspan Nasution (Mantan Pusdikkes-AD Jakarta), Letkol (Pur) Ayub Lubis (Mantan Ketua Perintis Kemerdekaan Sumut), Abdul Kadir (Mantan Pimpinan Ponpes KHA. Dahlan Sipirok) dan masih banyak alumni lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Dilihat dari sejarah,  sebanyak 23  Pondok Pesantren di Madina saat ini, boleh di katakan Pondok Pesantren Subulusslam ini termasuk Pesantren tertua. Pesantren ini didirikan tanggal 5 Mei 1927, berawal dari perbedaan pendapat tentang penetapan awal bulan puasa Ramadhan sekitar tahun 1924-1925. Saat itu ada yang mengatakan ditetapkan berdasarkan rukyah (melihat awal puasa dari Puncak Tor Sihite) yang letaknya sebelah Timur Desa Sayurmaincat. Dan ada pula  pendapat yang menetapkan awal Ramadhan saat itu harus dengan ilmu hisab. Lama kelamaan pertentangan tersebut semakin meruncing di tengah-tengah masyarakat.

Untuk mengatasi itu, di adakanlah musyawarah kampung yang di hadiri cerdik pandai, hatobangon, alim  ulama, pemuka adat saat itu. Dalam musyawarah itu diputuskan, untuk menyesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat ini harus di selesaikan dengan ilmu pengetahuan. Untuk itu perlu didirikan sebuah lembaga pendidikan guna tempat menuntut ilmu, maka berdirilah Pesantren ini dengan nama pada mulanya Maktab Subulussalam dengan jumlah 3 lokal dan santrinya 100 orang. Sedangkan kepala sekolah pertama di Maktab Subulussalam ini adalah H. Ilyas Lubis.

Dalam kesempatan itu juga diserah terimakan 3 ruangan bangunan baru dan alat-alat olahraga yang disumbangkan  donatur, yaitu dari keluarga  Ibu Krisna Utami, Jakarta, selaku ahli Waris Almarhum H. Dali Rukun Hasibuan melalui  Ir. Hasan Basri Nasution kepada Ketua Yayasan Ponpes Subulussalam H. Endar Lubis, SH. Selain itu, H. Abdurrasyid Lubis (anggota DPRD Tapanuli Selatan) dari Alumni juga menyerahkan bantuan pribadi Rp. 2.500.000 untuk perbaikan Mushalla.  Tampak hadir juga dari alumni lainnya, Moch. Ikhsan Parinduri (Anggota DPRD Madina), H. Ahmad Zainul Khobir Batubara. S. Ag, (Ka. KUA Panyabungan Kota), Fahrurrazi Parinduri, SH (Ka. KUA Panyabungan Selatan) dan alumni lainnya. Para alumni sengaja hadir untuk mewujudkan suatu bentuk kepedulian kepada Ponpes Subulussalam.

H. Abdurrasyid  saat kata sambutannya mengatakan,  ”Ponpes Subulussalam merupakan asset Islam, untuk itu marilah sama-sama kita bangun dan kita kembangkan. Kami dari alumni siap membantu untuk mengembangkan Pesantren ini. Kepada adik-adik sekalian yang saat ini sedang menuntut ilmu, harus bangga menjadi santri/santria Ponpes Subulussalam, sebab  Ponpes ini sudah banyak mencetak orang-orang sukses, baik ia di pemerintahan dan swasta.

Sedangkan kepala Sekolah Aliyah Esmin Pulungan, S. Ag dalam sambutannya mengharapkan kepada semua pihak agar sama-sama membantu kemajuan sekolah ini, terlebih-lebih terhadap alumni yang sudah banyak berhasil. Sebab, tanpa kerja sama semua pihak sangat sulit untuk mengembangkan Ponpes ini kearah yang lebih maju. Kepada santri-santriawati agar mengedepankan akhlak dan moral, baik ia di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Jadilah kamu contoh thauladan yang baik bagi masyarakat”, ujanya. Bertindak sebagai penceramah dalam peringatan ini adalah Al Ustad Drs. Zulyaden, MM dari Kandepag Madina. (LkT)

Ket. Poto : Alumni Ponpes Subulusalam Sayur Maincat Kotanopan, Madina  Abdurrasyid Lubis yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Tapanuli Selatan sedang menyerahkan bantuan kepada Ketua Yayasan Ponpes Subulussalam H. Endar Lubis, SH di Ponpes Subulussalam, Sabtu (15/08).( Poto Lokot Lubis. )

Sekdakab Madina Lepas 32 Groub Peserta Festival Dramben

KOTANOPAN-SUARA MASA.

Sekretaris Kabupaten Mandailing Natal (Sekdakab Madina) Drs. Azwar Indra Nasution, MM, melepas 36 groub  peserta festival dramben untuk mengikuti perlombaan Festival dramben yang dilaksanakan oleh NNB (Naposo Nauli Bulung) Wek I Pasar Kotanopan, bekerja sama dengan Pantia HUT-RI ke-64 Kecamatan Kotanopan serta Muspika Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (11/08).

Dalam arahannya Sekda mengatakan, ” Perlombaan festival dramben ini sengaja di laksanakan untuk memeriahkan HUT-RI ke 64, jadi bertandinglah secara sportif. Silakan buat kreasi masing-masing dengan tetap menjunjung nilai adat ketimuran, kalah menang itu soal biasa. Kepada Kepala Sekolah dan guru-guru dari masing-masing sekolah agar tetap mengawal anak didiknya selama kegiatan berlangsung.  Paling penting dalam kegiatan ini adalah menumbuhkan semangat nasionalisme dalam bernegara dan mereka bisa menghargai jasa-jasa pahlawan terdahulu”, ujarnya.

Selain kegiatan festival dramben, panitia juga meyelenggarakan berbagai jenis perlombaan lainnnya, mulai dari keagamaan, olah raga, lomba busana muslim dan kegitan yang menghibur lainnya. Sedangkan pelaksanaan semua kegiatan ini di mulai  tanggal 11-18 Agustus bertempat di Pasar Kotanopan, peserta kegiatan ini dari semua tingkatan sekolah mulai dari tingkat SD, MIN, SMP dan SMA Kec. Kotanopan lama ( se Mandailing Julu.)

Ketua Panitia, Hendra Pembina di dampingi Sekretaris Ramli Nasution dan dua anggota lainnya Abdullah  dan Mulia Nasution megatakan, ” Kegiatan ini segaja dilaksanakan untuk memeriahkan HUT-RI, kemudian untuk mengembangkan bakat peserta yang selama in terpendam. Selain  itu, untuk meningkatkan silaturahmi, memperdalam ilmu pengetahuan baik ia keagamaan dan umum. Tidak kalah pentingnya, untuk membentengi remaja dari bahaya narkoba, minuman keras dan lainnya”.

Hendra melanjutkan, kemungkinan besar peserta yang ikut dalam berbagai perlombaan ini sangat banyak, sebab ia mencakup wilayah Mandailing Julu, mulai dari Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Lembah Sorik Marapi, Tambangan, Kotanopan dan Ulu Pungkut. Sedangkan jenis kegiatan yang diperlombakan adalah Festival Dramben tingkat prlajar SD, SMP dan SMA yang pelaksanaanya mulai tanggal 11-14 Agustus. Sampai berita ini di turunkan, jumlah peserta festival dramben sudah mencapai 32 sekolah.

Jenis perlombaan lainnya festival lagu bebas yang pelaksanaanya tanggal 15-16 Agustus. Perlombaan keagamaan, mulai dari Busana Muslim, Pildacil, Cerdas Cermat isi kandungan Alqur’an, Azan, MTQ di laksanakan tanggal 12, 13, 14, 15 Agustus.Perlombaan marathon 2 km pelaksanaanya 17 Agustus, sedangkan hiburan berupa panjat pinang, lomba joget, nangkap belut, tarik tambang dan lainnya di laksanakan tanggal 17 Agustus”, ujarnya.

Kepada peserta Hendra mengharapkan agar hadir tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kemudian, dalam pertandingan diharapkan semua peserta menjungjung tinggi sportivitas. Kalah menang adalah biasa, jadi kita harus siap menerima. Dan kepada teman-teman Panitia juga diharapkan bekerja semaksimal mungkin, sebab acara ini adalah dari kita untuk kita.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua NNB Wek I Pasar Kotanopan, Aspan sanusi. Aspan mengharapkan, agar semua peserta yang ikut dalam kegiatan ini menjunjung tinggi spotivitas dalam bermain. Tujuan kegiatan selain memeriahkan HUT-RI juga untuk menjalim tali silaturahmi dan persahabatan, jadi jangan kita nodai kegiatan ini dengan hal-hal yang merusak”, ujarnya.

Aspan juga mengharapkan kepada Panitita yang telah di tunjuk agar bekerja  sebaik mungkin. Mari kita jalin persatuan dan kesatuan, berat sama di pikul ringan sama di jinjing. Bertandinglah secara sportif, menang adalah tujuan dari pertandingan tapi jangan melakukan dengan segala cara. Kemudian terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, baik ia donatur, masyarakat, panitia yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini tetap berkesimbanguan di tahun-tahun depannya”, ujarnya. (Lkt).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: