Berita Madina


Kelestarian TNBG Harus Ditinjau Ulang
November 19, 2009, 6:27 pm
Filed under: Uncategorized

Kelestarian TNBG Harus Ditinjau Ulang

Panyabungan (Tabloid Rakyat Madani)

Pengamat Kelestarian Alam Madina, Muliadi Pulungan mengatakan, Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) meliputi kawasan seluas 108.000 hektar atau 26% dari total luas Madina yang terletak pada ketinggian 300 s/d 2.145 meter di atas permukaan laut dengan titik tertinggi puncak Gunung Sorik Merapi rusak akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dan masih adanya perusahaan tambang yang masih beroperasi membuat air hujan tidak lagi tertampung oleh hutan dengan memuntahkannya kepada warga Mura Batang Gadis.

“ TNBG harus di tinjau ulang kelestariannya sebab ini sudah dinobatkan untuk warisan terhadap anak cucu warga Madina. Namun kenyataan yang terjadi gutan tersebut sudah gundul, jangankan habitat yang tinggal didalamnya sudah punah kini sudah berimbas terhadap manusia itu sendiri,” tuturnya.

Negara mengeluarkan dana yang sangat besar termasuk bantuan luar dalam melestarikan hutan (naborgo-borgo) ini ternyata ibarat handpone hanya casingnya saja yang bagus namun dalamnya sudah berantakan.

“ Dimana peran Polisi Kehutanan serta lembaga yang melakukan social control terhadap kelestarian hutan ini sehingga dampat jangka pendek saja sudah terlihat belum lagi anak cucu kita yang akan menanggung akibat yang lebih besar,” sebutnya.

Menurutnya, ada mafia yang punya andil didalam perusakan hutan di wilayah TNBG tersebut karena terbukti dilokasi kejadian banjir banding yang menimpa Muara Batang Gadis terlihat sejumlah potongan kayu besar yang menghantam perkampungan di bawa arus sungai Batang Gadis.

“ Padahal hutan lindung Register 4 Batang Gadis I, hutan Register 5 Batang Gadis II komp I dan II, Register 27 Batang Natal I, Register 28 Batang Natal II, Register 29 Bantahan Hulu dan Register 30 Batang Parlampuan I yang sudah ditetapkan sebagai kawasan lindung sejak masa pemerintahan Belanda dalam kurun waktu 1921 – 1924 kenapa sekarang hutan tersebut rusak. Sementara bukan hanya warga Madina saja yang bergantung hidup terhadap kelestarian hutan tersebut melainkan dunia yang menjadikan TNBG tersebut sebagai paru-paru dunia. Apalagi pemanasan global yang saat ini semakin tinggi dan ini ada juga berdampak dari kegundulan hutan ini,” katanya.(henri)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: