Berita Madina


Lagi, Polres Madina Temukan Lagi 2 Hektar Ladang Ganja di Wilayah Tor Sihite
November 19, 2009, 6:33 pm
Filed under: Uncategorized

Lagi, Polres Madina Temukan Lagi 2 Hektar Ladang Ganja di Wilayah Tor Sihite

PANYABUNGAN- (Madina)

Jajaran  Satuan Narkoba Polres Mandailing Natal bekerjasama dengan Kesbanglinmas, Satpol PP dan Polsek Kotanopan, kembali menemukan 2 hektar ladang ganja dalam suatu operasi penyisiran dilaksanakan di kawasan Torsihite  Desa Gunungtua Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Jum’at ( 6/11).

Meski jarak tempuh yang harus dijalani tim menuju 2 hektar lokasi ladang ganja yang berada di perbukitan Torsihite memakan waktu selama 6 jam , tidak membuat petugas yang dipimpin Kasat Narkoba E. Banjar Nahor dengan personil 20 orang putus asa dan mundur. Ladang berhasil ditemukan dan sebagai barang bukti 1.676 batang tanaman ganja diperkirakan berumur 5-6  bulan berhasil dicabut dan dibawa ke komando.

Keterangan yang di himpun di lapangan mengatakan, ditemukannya ladang ganja tersebut berkat laporan diberikan masyarakat ke Polres Madina. Setelah mendapat laporan anggota Polres Madina bekerjsama dengan Kesbanglinmas dan aparat Polsek Kotanopan menindak lajutinya dengan terjun ke lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk dan kondisinya cukup terjal karena berada diperbukitan cukup tinggi.

Kapolres Madina AKBP Drs. Engkos Kosasih, MBA,  dalam jumpa pers di Polres Madina Sabtu ( 7/11) mengatakan, seluruh areal penemuan ladang ganja berada dilahan seluas 2 hektar dengan jumlahnya 1676 batang.

“ Selain menemukan tanaman ganja siap panen, petugas kita juga menemukan sekitar setengah kili biji ganja kering yang untuk pembibitan dengan terbungkus didalam plastik hitam yang tersimpan direrumputan tanaman ganja tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan penemuan ladang ganja, berkat adanya laporan masyarakat Kotanopan ke Polres Madina. Laporan masyarakat itu segera ditindak lanjuti dengan menurunkan personil ke Perbukitan Torsihite dengan jarak tempuh selama 6 jam. Setelah ladang ditemukan petugas, tanaman ganja siap panen dicabut, namun tersangka penanamnya tidak berhasil ditangkap karena tidak ditemukan dilokasi ladang tersebut.

“ Tersangka pemilik ladang tersebut tidak berhasil ditangkap, karena disinyalir sudah mengetahui kedatangan tim yang akan turun ke lokasi, bahkan sebelum tim diterjunkan, si pemilik lahan sudah ada menerima bocoran ,” jelas Kapolres.

Kapolres Engkos Kosasih memperkirakan, kegiatan penanaman ladang ganja di wilayah Madina telah terorganisir, karenanya dia berharap kepada  masyarakat  yang mengetahui keberadaan ladang ganja dan jenis narkoba lainnya untuk tidak bosan-bosannya melaporkannya ke Polres Madina,tujuannya agar generasi muda daerah tersebut tidak memakai narkoba lagi.

Dengan penemuan ladang ganja dikawasan Kecamatan Kotanopan ini, Polres Madina telah berhasil membersihkan ladang ganja sebanyak 17 kali dalam kurun waktu satu tahun terakhir. (Lokot Lubis).



Pegawai Bank Sumut Panyabungan Salurkan Zakat Pada Pakir Miskin
November 19, 2009, 6:32 pm
Filed under: Uncategorized

Panyabungan (Tabloid Rakyat Madani)

Kepala Kantor Cabang PT Bank Sumut Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), salurkan zakat seluruh pagawainya kepada warga kurang mampu, pakir miskin dan duafa, di pelataran parkit Kantor Cabang PT Bank Sumut Panyabungan.

Seluruh pegawai PT Bank Sumut Cabang Panyabungan menyisihkan 2,5 persen perbulan gajinya untuk disisihkan sebagai santunan terhadap pakir miskin dalam meringankan beban mereka didalam menghadapi kebutuhan lebaran yang dilakukan secara rutin. Seratus orang pakir dan miskin dan kaum duafa ditambah dengan Nazir Mesjid yang berada di sekitar PT. Bank Sumut Payabungan kita berikan zakat sebagai bentuk rasa sosial dan rutinitas dalam meringankan bebas si miskin,” kata Kepala Bank Sumut Cabang Panyabungan, Hifsan Lubis kepada Tabloid Rakyat Madani.

Dikatakannya, pemberian zakat ini adalah bentuk kepedulian dan silaturrahmi demi untuk mempererat hubungan sesama manusia khususnya dengan kaum penerima zakat, sebab berkah yang kami terima selama bekerja tidak terlepas dari bagian mereka juga sehingga hak-hak mereka terdapat dalam rezeki yang kami miliki sehingga jangan dilihat dari besar kecilnya nilai yang kita berikan namun keikhlasan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam telah kita tuangkan.

“ Sebagai Bank Daerah yang ikut berperan dalam melakukan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal ini tidak terlepas dari berkat do,a para kaum miskin agar tetap mendapatkan sebagaian dari rezeki kami dan semoga di tahun berikutnya, semua warga penerima zakat ini juga ikut berperan dalam menabung serta bekerja dalam dalam sebuah usaha mikro sehingga ditahun depan pertemuan kita bukan lagi ditempat sederhana ini melainkan di dalam ruang sebagai nasabah,” katanya.

Kholidah (59) salah seorang pakir miskin dari Kelurahan Sipolu-polu menuturkan, bentuk kepedulian yang di berikan oleh PT. Bank Sumut ini sangat membantu mereka di saat-saat kebutuhan mereka yang sangat mendesak didalam menghadapi lebaran Idul Fitri yang penuh dengan dengan berbagai kebutuhan.

“ Kita berharap Bank Sumut ini agar tetap eksis dan jaya dalam mengelola keuangan yang tertanam dalam Bank daerah ini sebab kepedulian ini merupakan rutinitas yang mereka lakukan setiap tahun,” sebutnya.(henri)



Kelestarian TNBG Harus Ditinjau Ulang
November 19, 2009, 6:27 pm
Filed under: Uncategorized

Kelestarian TNBG Harus Ditinjau Ulang

Panyabungan (Tabloid Rakyat Madani)

Pengamat Kelestarian Alam Madina, Muliadi Pulungan mengatakan, Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) meliputi kawasan seluas 108.000 hektar atau 26% dari total luas Madina yang terletak pada ketinggian 300 s/d 2.145 meter di atas permukaan laut dengan titik tertinggi puncak Gunung Sorik Merapi rusak akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dan masih adanya perusahaan tambang yang masih beroperasi membuat air hujan tidak lagi tertampung oleh hutan dengan memuntahkannya kepada warga Mura Batang Gadis.

“ TNBG harus di tinjau ulang kelestariannya sebab ini sudah dinobatkan untuk warisan terhadap anak cucu warga Madina. Namun kenyataan yang terjadi gutan tersebut sudah gundul, jangankan habitat yang tinggal didalamnya sudah punah kini sudah berimbas terhadap manusia itu sendiri,” tuturnya.

Negara mengeluarkan dana yang sangat besar termasuk bantuan luar dalam melestarikan hutan (naborgo-borgo) ini ternyata ibarat handpone hanya casingnya saja yang bagus namun dalamnya sudah berantakan.

“ Dimana peran Polisi Kehutanan serta lembaga yang melakukan social control terhadap kelestarian hutan ini sehingga dampat jangka pendek saja sudah terlihat belum lagi anak cucu kita yang akan menanggung akibat yang lebih besar,” sebutnya.

Menurutnya, ada mafia yang punya andil didalam perusakan hutan di wilayah TNBG tersebut karena terbukti dilokasi kejadian banjir banding yang menimpa Muara Batang Gadis terlihat sejumlah potongan kayu besar yang menghantam perkampungan di bawa arus sungai Batang Gadis.

“ Padahal hutan lindung Register 4 Batang Gadis I, hutan Register 5 Batang Gadis II komp I dan II, Register 27 Batang Natal I, Register 28 Batang Natal II, Register 29 Bantahan Hulu dan Register 30 Batang Parlampuan I yang sudah ditetapkan sebagai kawasan lindung sejak masa pemerintahan Belanda dalam kurun waktu 1921 – 1924 kenapa sekarang hutan tersebut rusak. Sementara bukan hanya warga Madina saja yang bergantung hidup terhadap kelestarian hutan tersebut melainkan dunia yang menjadikan TNBG tersebut sebagai paru-paru dunia. Apalagi pemanasan global yang saat ini semakin tinggi dan ini ada juga berdampak dari kegundulan hutan ini,” katanya.(henri)



Daftar Tunggu Calhaj Madina Hingga 2013.
November 19, 2009, 6:11 pm
Filed under: Uncategorized

PANYABUNGAN-RAKYAT MADANI

Jumlah dafrat tunggu calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah mencapai 1.678 orang, sehingga jumlah ini sudah memenuhi kouta jemaah calon haji daerah Mandailing Natal sampai 1013.

Hal itu di sampaikan Kepala kantor Urusan Agama kabupaten Mandailing Natal Drs. Muksin Batubara, M. Pd pada acara tepung tawar 450 Calhaj Madina tahun 1430 H/2009 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, di Desa Perabngunan, Panyabungan, Selasa (27/10).

Tepung tawar ini dilaksanakan setelah seluruh jemaah haji usai mengikuti manasik akbar tingkat kabupaten yang dipandu oleh guru pembimbing. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Tim Penggerak PKK, Unsur Muspda, anggota tim penggerak PKK, Kepala DKPD, pembimbng manasik, ulama, tokoh msyarakat, tokoh adapt serta lainnya.

Menurutnya, jemaah calon haji Madina yang terdaftar melunasi BPHI tahun 1430 H 452 orang atau meningkat sekitar 9 persen daro tahun 2008 yang hanya 428 orang.

Namun dua di antaranya gagal berangkat, satu orang meninggal dunia yaitu M. Naziruddin dari Panyabungan barat dan seorang lagi sakitm yakni Maimunah dari Purba barum Kecamatan lembah Sorik Merapi.

“Calon haji madina yang akan berangkat 450 orang, terdiri dro 169 laki-laki dan 281 perempuan, 448 jemaah biasa dan 2 TPHD”, ucap kandepag.

Sedangkan jemaah haji tertua  laki-laki bernama Salamun Siregar Bin Iman Mudo (70), dari Desa Sihepeng dan perempuan Kasirah Binti Samud dari Sinunukan (82). Jemaah haji termuda Abdul Azuz Bin Anwar Dilman Nasution (21) dan Ainun Qolb I Hasibuan Binti H. mahmud saleh (20) dari Panyabungan.

Dalam kesempatan itu, Sekdakab madina Drs. Aswar Indra Nasution, MM berharap agar jemaah calon haji Madina  yang masuk dalam kloter 14 dan akan di berangkat dari panyabungan tanggal 06 September 2009 serta tanggal 08 November dari Embarkasi Polonoa Medan agar mengitamakan persatuan dan tolong menolong antara sesama. Begitu juga  dalam pelaksanaan ibadah diharapkan menjalankan sesuai dengan syarat dan rukun haji, tidak kalah pentingnya agar menjaga kesehatan”, katanya Sekda.

(Lokot)



Sekdakab Madina Resmikan Gedung TPKU di Ponpes Subulussalam.
November 19, 2009, 6:03 pm
Filed under: Uncategorized

Sekdakab Madina Resmikan Gedung TPKU di Ponpes Subulussalam.

KOTANOPAN-RAKYAT MADANI

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mandailing Natal Drs. H. Aswar Indra, MM meresmikan gedung TPUK (Tempat Kegiatan Usaha Bidang Indusrti ) Konveksi bantuan dari Kementrian Negara Koperasi dan UKM- RI Tahun 2008 di Pondok Pesantren Subulussalam Saayurmaincat, Kotanopan, selasa (27/10).

Hadir dalam acara peresmian tersebut Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Mandaiing Natal Muspika Kotanopan, Kepala Sekolah SD, SLTP dan SLTA sekitar Kotanopan, orangtua siswa, tokoh masyarakat dan kepala desa.  Dalam sambutannya, Kadis Koperasi dan UKM  Kabupaten Mandailing Natal mengatakan, ” Gedung TPUK (Tempat Kegiatan Usaha Bidang Indusrti ) Konveksi ini merupakan bantuan dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM- RI Tahun 2008.  Bantuan ini merupakan bantuan yang kedua, setelah sebelumnya Koperasi Pondok Pesantren Subulussalam juga mendapat bantuan berupa dana bergulir pola Syariah Sebesar Rp. 100.000.000 (Seratus Juta rupiah) pada tahun 2006”.

Sedangkan Pimpinan Pondok Pesantren Subulusslam  H. Endar  Lubis, SH dalam sambutannya mengatakan, ucapan terimakasih yang ditujukan kepada Sekda yang telah berkenan meresmikan penggunaaan gedung TPKU ini. ” Ucapan terimakasih  kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal atas kerja sama Dinas Koperasi, UKM Mandailing Natal bantuan ini dapat terealisasi untuk pesantren dan koperasi kami. Seperti yang Bapak lihat saat ini secara kelembangaan, kami sedang giat-giatnya merehabilitasi bangunan lama dan baru yang tentunya atas dorongan warga masyarakat dan pengurus serta kebaikan Pemda Kabupaten Mandailing Natal”.

Endar melanjutkan, ”  Adapun bantuan yang kami dapatkan dari berbagai sumber  berupa, Bantuan  TPUK dari Kementrian Negara Koperasi dan UKM- RI, bantuan dana bergulir Pola Syariah ke Koperasi Pondok Pesantren Subulussalam sebesar Rp. 100.000.000 (Seratus Juta rupiah) dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM – RI Tahun 2006, yang kamu salurkan kepada anggota koperasi dan alhamdulillah kami mampu memenuhi kewajiban kami dalam pengangsuran tiap bulannya, Bangunan Klinik dari Dinas Kesehatan, rehab ringan atap dan lantai dari Dinas Pendidikan yang akan segera dikerjakan, bangunan 3 lokal dari warga Kotanopan yang ada di rantau

Sedangkan kedepan kami juga bernecana akan membangun pagar sekolah, rencana pembangunan gedung Perpustakaan, rencana pembangunan gedung Laboratorium Komputer dan IPA, rencana Pembangunan Asrama Putri, rencana rehab gedung Mushalla”, ujarnya.

” Untuk mencapai hal yang di maksud, tentunya perlu kerja sama kita semua, baik ia segenap unsur lapisan masyarakat dan dari Pemkab Mandailing Natal. Terus terang, kedepan nantinya kami sangat mengharapkan bantuan dan kerja yang baik dari Pemkab Madina dan dari donatur lainnnya untuk memajukan Ponpes subulussalam ini. Sebab kami berencana lima atau sepuluh tahun kedepan akan menjadikan Ponpes Subulussalam, sekolah yang bertarap internasional, sekolah di kampung tapi bukan kampungan”, katanya.

Sedangkan Sekdakab Madina Drs. Azwar Indra, MM dalam sambutannya mengharapkan kepada pengurus agar memamfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. ”Saya berharap agar bantuan ini di mamfaatkan sebaik-baiknya.  Dengan keberadaan TPUK ini kita harapkan santria/a akan diberikan skiil kemampuan dibidang konveksi yang tentunya sangat berguna bagi mereka nanti apabila mereka terjun ketengah-tengah masyarakat”. (Lokot Lubis).



Puluhan Dompeng Ilegal Beroperasi Di Kecamatan Siabu
November 19, 2009, 5:21 pm
Filed under: Uncategorized

Puluhan Dompeng Ilegal Beroperasi Di Kecamatan Siabu

Panyabungan (Tabloid Rakyat Madani)

Puluhan dompeng penambang emas ilegal beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis dan Batang Angkola Desa Muara Batang Angkola Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang mengakibatkan perusakan lingkungan juga habitat yang hidup di dalam dua sungai tersebut.

“ Ratusan masyarakat yang memamfaatkan air sungai tersebut serta yang mempunyai mata pencaharian ikan dari sungai itu resah dengan keberadaan dompeng karena akan mencemari DAS sehingga nantinya akan mengakibatkan popularitas ikan yang ada di aliran sungai tersebut akan semakin hilang,” kata Danramil 12/ Siabu, Kapten Inf Pardamean Sihombing ketika melakukan investigasi ke DAS Batang Gadis dan Batang Angkola.

Dikatakannya, ketika wawancara dengan puluhan pekerja yang melakukan penambangan mengatakan, kalau mereka hanya untuk mencari makan terhadap anak-anaknya, kalau yang bertanggung jawab dan yang mempunyai dompeng ini adalah oknum polisi berinisial IH, BL penduduk Huta Godang Muda dan AH Kepala Desa Muara Batang Angkola.

“ Kami hanya sebagai pekerja untuk mencari makan anak istri kami sedangkan yang menyuruh kami bekerja di sini adalah mereka bertiga untuk itu kalau untuk yang lebih jelasnya silakan saja bapak hubungi ketiga orang tersebut,” kata Irwan (30) penduduk Huta Godang Muda sebagai pekerja dompeng yang diaminkan oleh puluhan rekannya.

Kusor Nst (35) dan Darajat Pulungan (30) masyarakat tangga Bosi III Kecamatan Siabu Madina, kita sudah sangat cemas dengan keberadaan dompeng tersebut karena akibat beroperasinya dompeng penambangan emas di daerah aliran sungai tersebut sehingga popularitas ikan yang ada di sungai tersebut akan menipis akibat mengeruhnya air sungai akibat dompeng tersebut ditambah lagi dengan alat dompeng tersebut kami sinyalir menggunakan zat kimia.

“ Apalagi tempat beroperasinya dompeng secara liar tersebut adalah daerah tanah adat Tangga Bosi III. Sementara Kepala Desa Muara Batang Angkola Kecamatan Siabu, AH tidak pernah berkordinasi kepada kami masyarakat Tangga Bosi III sebagai pemilik tanah adat tempat beroperasinya dompeng tersebut,”katanya.

Sementara Kepala Desa Muara Batang Angkola Kecamatan Siabu, Aswanuddin Hasibuan yang dijumpai Dan Ramil 12/Siabu mengatakan, bahwa dia mempunyai dompeng yang beroperasi di daerah DAS tersebut dan tidak mengerti tentang apa yang ditimbulkan akibat dompeng tersebut.

“ Saya tidak mengerti dengan apa yang diakibatkan dompeng ini yang saya tahu bahwa hanya mencari makan, sedangkan di DAS tersebut banyak yang punya dompeng salah satunya adalah anggota Polisi,” katanya.

Dari hasil temuan Danramil 12/Siabu di lapangan bahwa ada sekitar tujuh dompeng yang beroperasi secara ilegal di DAS Muara Batang Angkola sedang beroperasi.

Pemerhati Alam dan Lingkungan Kabupaten Mandailing Natal, Diapari Pulungan mengatakan, kalau penamabang liar tersebut belum jera terhadap banyaknya korban akibat dari penambangan yang illegal di Madina ini, selain itu dampak yang dilakukan oleh zat kimia yang mencemari air tersebut sangat berdampak terhadap habitat yang hidup didalam dua sungai tersebut. Bukan hanya itu penambangan secara illegal ini adalah merusak lingkungan yang akan berdampak kepada manusia itu sendiri.

“ Pemkab Madina beserta DPRD Madina harus turun tangan jangan hanya membuat perda saja tapi tidak berjalan atau berlaku pada sebagian orang saja, apalagi disebut-sebut milik kepala desa juga oknum polisi,” sebutnya.

Alam dan lingkungan di Kabupaten Madina ini jangan dirusak lagi, seharusnya kita jaga kelestariannya sebab kelestarian ala mini harus kita wariskan untuk anak cucu jangan dirusak sebab dampak dan akibatnya akan terjadi kepada generasi penerus kita.

“Sebagai orang yang dituakan atau pemimpin serta aparat hokum, kira memberikan contoh dan suru teladan jangan mereka (kepdes/oknum polisi) yang mengajak warga untuk melakukan perusakan,” katanya.(henri)



PGRI Madina Harus Jadi Pelopor Peningkatan Mutu Pendidikan
November 19, 2009, 5:19 pm
Filed under: Uncategorized

PGRI Madina Harus Jadi Pelopor Peningkatan Mutu Pendidikan

KOTANOPAN-RAKYAT MADANI.

PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Mandailing Natal  (Madina) harus menjadi pelopor peningkatan mutu pendidikan, baik ia dalam sekala nasional maupun di Kabupten Mandailing Natal. Guru adalah pilar pembangunan dunia pendidikan, karenanya guru harus memiliki integritas dan profesionelisme sehingga mampu melaksanakan dharma bakti dalam mencerdaskan kehidupan bangsa”, ujar Ketua PGRI Madina Drs. H. Musaddad Daulay, MM saat pelantikan tujuh Cabang/Kecamatan PGRI se-Mandailing Julu di pusatkan di Pasar Kotanopan, baru-baru ini.

Musadaddad melanjutkan, “Bidang pendidikan merupakan salah satu sektor terpenting dan aktual yang menjadi perhatian. Saat ini ada beberapa isu aktual berkaitan dengan pembangunan sektor pndidikan. Untuk itu, peran PGRI untuk memajukan pendidikan di Madina sangat signifikan. Kepada pengurus yang sudah dilantik agar segera bertugas dan melaksanakan amanah sesuai dengan yang digariskan organisasi PGRI. Karya saudara-saudara di tunggu untuk memajukan pendidikan di Madina”.

Ketujuh pengurus cabang/Kecamatan yang dilantik masing-masing, pengurus PGRI Kecamatan Kotanopan, Muarasipongi, Pakantan, Ulu pungkut, Tambangan, Lembah Sorik Merapi dan Puncak Sirik Merapi.

Musaddad di dampingi pengurus kabupaten lainnya seperti naek Dongoran, Imron Lubis, Ikhwan Efendi menjelaskan, “Kehadiran PGRI di harapkan menjadi bagian yang sangat penting untuk bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat membangun daerah ini. Pengurus PGRI yang baru dilantik harus menjadi pelopor peningkatan mutu pendidikan terutama kesejahteraan guru itu sendiri.

Acara pelantikan ini juga dihadiri Bupati Mandailing Natal yang diwakili Sekdakab madina Drs. Azwar Indra Nasution. Dalam kesempatan itu, Sekda mengatakan, “Bahwa dinamika PGRI tentu sajatelah banyak berdampak kemajuan dunia pendidikan di Madina. Untuk itu, para guru harus meningkatkan peran aktifnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kecamatan maunpun di Kabupaten”.

Selain di hadiri Sekdakab Madina bersama isteri, kegiatan pelantikan juga disaksikan unsure Penngurus PGRI Kabupaten, para Camata se mandailing Julu, Danramil 14 Kotanopan, kapolsek Kotanopan, para UPT, Kepala Sekolah. Acara ini semakin meriah dengan kehadiran  artis ibukota Jakarta Indra dari Dangdut Mania dadakan. Diakhir acara, Ketua PGRI Madina Drs. H. Musaddad Daulay dan Sekdakab madina Drs. H. Azwar Indra Nasution sempat menyumbangkan beberapa buah lagu (Lokot Lubis).



Muara Sipongi-Pakantan Kembali Longsor..
November 19, 2009, 5:11 pm
Filed under: Uncategorized

Akibat guyuran hujan deras yang menimpa daerah Kabupaten Mandailing Natal, Sabtu (07/11) khususnya di kecamatan Muarasipongi dan Pakantan, jalur jalan Muarasipongi-Pakantan kembali longsor setelah tiga hari sebelumnya jalur ini  juga tertimbun longsor, namun hal itu tidak berlangsung lama karena Pemkab Mandailing Natal saat itu melalui Dinas PU sudah membersihkan material tanah yang longsor dari celah-celah perbukitan akibat pengerukan pelebaran jalan dua tahun lalu.

Longsor yang datang kembali menimpa jalur ini sama seperti sebelumnya mengakibatkan jalan tidak bisa dilewati roda empat. Akibatnya, bagi warga Pakantan yang hendak keluar masuk daerah tersebut terpaksa naik angkutan dua kali. Sampai berita ini di turunkan, Minggu (08/11) jalur tersebut belum bisa dilewati roda empat.

Salamat Nasution (50) warga Muarasipongi kepada Wartawan mengatakan, “  Longsor ini berawal  ketika hujan deras mengguyur daerah Muarasipongi dan Pakantan. Berselang satu jam  kemudian, material tanah yang ada di perbukitan bekas kerukan saat mempelebaran jalan dua tahun lalu menimpa badan jalan yang mengakibatkan jalur ini mengamali putus total”.

Salamat melanjutkan, titik longsor tepatnya terdapat  antara Desa Koto Baringin (Km 1 dari Muara Sipongi), Tanjung larangan dengan Kampung Pinang. Sepanjang daerah ini hampir semuanya tertimpa longsor yang panjang mencapai 10 meter setiap titiknya. Selama ini  daerah tersebut memang terkenal dengan  rawan longsor”, ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Salamat Nasution, Dinas PU Pemkab Madina sudah membersihkan material longosor tersebut sehingga jalan ini bisa di gunakan, namun berselang satu hari akibat curah hujan deras yang melanda daerah ini longsor kembali datang.

Sedangkan Amiruddin Warga Pakantan yang di hubungi via HP membenarkan terputusnya jalur ini. “ Saat ini yang bisa lewat hanya kenderaan roda dua, sedangkan roda empat tidak bisa sama sekali. Hal ini sudah berlangsung  mulai hari Sabtu, upaya untuk membersihkan material longor ini sudah dilakukan masyarakat dengan bergotoyong royong, namun karena banyaknya material tanah yang longsor menimpa badan jalan, tentunya warga sangat kesulitan mengangkatnya.

Amiruddin menambahkan, “ Memang dari Pemkab Madina telah mendatangkan alat berat  kelokasi, namun karena medannya yang cukup sulit alat berat tersebut hanya bisa membersihkan beberapa titik longsor. Sedangkan untuk longsor baru yang terdapat di Tanjung Larangan dan Kampung Pinang belum tersentuh karena alat berat tidak bisa masuk. Selain kondisi jalan yang cukup kecil juga di tambah dengan kondisi jembatan Batu Cundung yang kupak kapik. Akibatnya alat berat yang di datangkan hanya bisa membersihkan material tanah di daerah di Koto Baringin” ujarnya.

Tidak berfungsinya jalan ini tentunya  dampakya sangat dirasakan warga Pakantan. Sebab, jalan ini merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan antara Muara Sipongi-Pakantan yang hampir berpenduduk 3000 jiwa lebih. “Paling sulit lagi, bagi anak sekolah dan pedagang yang setiap hari pulang pergi dari Pakantan-Muara Sipongi. Mereka terpaksa dua kali naik sepeda motor dengan biaya yang cukup tinggi. Belum lagi terkadang bagi pedangang atau penduduk yang membawa barang belanjaannya” ujar Amruddin.

Sedangkan Camat Pakantan Drs. Parlin Lubis, M. Ap, saat di hubungi via HP membenarkan terjadinya longsor tersebut. “Dari hari pertama longsor kita  sudah mengerahkan alat berat kelokasi, dan beberapa titik longosr sudah kita bersihkan yang kemudian jalur ini sempat di gunakan.

Namun karena curah hujan yang cukup tinggi  kawasan ini kembali longosor . Saya juga sedang berkoordinasi dengan Pemkab Madina  agar longsor ini secepatnya bisa kita angkat. Alat berat sudah kita turunkan kesana dengan harapan secepat mungkin jalur  bisa di fungsikan kembali”, ujarnya. (Lokot).



Jalinsum antara Kotanopan dan Muara Sipongi Rawan Longsor.
November 19, 2009, 5:06 pm
Filed under: Uncategorized

Bagi kenderan yang melintasi jalur Jalan lintas sumatera (Jalinsum) antara Kecamatan Kotanopan dengan Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal  di minta berhati-hati sebab kawasan rawan longsor. Apalagi belakangan ini daerah Kabupaten Mandailing Natal di guyur hujan terus menerus.

Menurut pantauan di lapangan, di jalur ini saja hampir terdapat 10 titik longsor akibat pengerukan pelebaran jalan beberapa waktu lalu, tepatnya mulai dari Desa Muara Siambak sampai kedesa Botung Kecamatan Kotanopan. Sedangkan paling rawan terdapat di desa Usortolang sampai ke desa Muara Botung Kecamatan Kotanopan. Sampai berita ini di turunkan, Minggu (08/11) masih banyak terdapat material tanah di pinggi jalan bekas longsoran beberapa minggu lalu.

Harun Al Rasyid (37) warga Usor Tolang Kecamatan Kotanopan kepada wartawan  mengatakan, “ Jalur ini memang sangat rawan longsor, untuk itu diminta kepada pengemudi kenderaan agar hati-hati kalau melintas di daerah ini. Seperti minggu lalu, jalur ini juga sudah tertimpa lonsor material tanah yang menyebabkan kemacetan panjang mencapai 2 km”, ujarnya.

Hal senada juga di katakana Abdul Rahman (34) warga desa Muara Botung. “Daerah ini sangat rawan longsor, hal ini terjadi setelah ada pengerukan untuk memperlebar jalan beberapa bulan yang lalu. Darah ini dari dulunya memang berada di kawasan perbukitan yang curam, jadi swaktu-wakt kalau hujan datang, material tanah akan jatuh dari atas bukit”.

Kapolsek Kotanopan AKP. E. Zalukhu, S. Pd melalui Kanit Lantas  Bripka Jafar Lubis di dampingi Kanit Patroli Bripka Jariaman Purba yang sedang berada di lokasi rawan longsor mengatakan, “ Kepada pengemudi yang melawi  jalur ini agar segera berhati-hati, sebab kawasan ini rawan longsor. Selain badan jalan yang sempit, juga terdapat di antara perbukitan. Apalagi belakangan ini Kabupaten mandailing Natal di landa curah hujan yang cukup deras, sewaktu-waktu di khawatirkan badan jalan akan tertimpa longsor”.

Untuk mengantisipasi kemcetan dan longsor susulan, baik dia Harun Al Rasyid dan Abdurrahman mengharapkan kepada Kadis bina Marga agar menyediakan alat berat di lokasi. Hal itu perlu dilakukan manau tau longsor susulan datang, jadi tidak menyebabkan macet yang berkepanjangan”, ujar mereka. (Lokot Lubis).




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.